batampos.co.id – Asap kebakaran hutan di Provinsi Riau akhirnya sampai ke Batam dan Singapura serta wilayah sekitarnya. Hal ini terpantau dari citra satelit Stasiun Meteorologi (Stamet) Hang Nadim Batam. Bahkan kadarnya di Batam sudah sampai tahap tidak sehat, sedangkan di Singapura masuk tahap berbahaya bagi kesehatan.

“Benar, berdasarkan update terbaru pukul 10.00, Kepri terdampak kabut asap kiriman,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Hang Nadim, Suratman, Sabtu (14/9/2019).

Dari pantauan citra satelit tampak jelas asap putih ini telah menutupi Kota Batam dan beberapa wilayah lainnya di Kepri. Bahkan sampai ke Singapura dan semenanjung Malaysia.

Asap tersebut baru bisa hilang jika hujan turun. Ia memperkirakan hujan di Kepri akan turun akhir September ini. “Tapi hujannya bersifat lokal dan tidak merata dengan intensitas ringan hingga sedang,” ungkap Suratman.

Walaupun asap kiriman telah sampai, namun dari aspek keselamatan penerbangan masih dalam batas toleransi karena belum menganggu. Hingga Sabtu siang, jarak pandang di kisaran 4.000 meter di Bandara Hang Nadim.

Sedangkan untuk Indeks Standar Pencemaran Udara di Batam, awalnya masih kategori sedang. Namun di beberapa tempat di Batam kemarin sudah masuk dalam kategori tidak sehat. Contohnya di Perumahan Villa Diamond Tiban ISPU tercatat di poin 102, bahkan di Pemukiman Rumah Liar Baloi Kolam tercatat 158 poin.

Suratman mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar peduli menjaga lingkungan sekitarnya.

“Kami meminta untuk menjaga jangan sampai terjadi peristiwa kebakaran hutan atau lahan yang dapat merugikan kita semua, baik segi kesehatan maupun aktivitas termasuk transpotasi darat, laut, dan udara,” ucapnya.

Walaupun jarak pandang di Bandara Hang Nadim masih aman, namun di beberapa daerah lainnya, seperti Dumai dan Pekanbaru terkendala kabut asap.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, mengatakan pesawat Wings Air JT 237 rute Batam ke Dumai sempat mengalami delay selama 30 menit. Seharusnya berangkat pukul 09.30, baru bisa terbang sekitar pukul 10.00. Sementara Lion Air ke Pekanbaru tidak mendapatkan hambatan karena sesuai jadwal pukul 10.00.

“Hingga sore ini ada dua penerbangan ke Pekanbaru, Citilink dan Lion,” tuturnya.

IKON Welcome to Batam di Batam Center diselimuti kabut asap yang cukup tebal, Sabtu (14/9). Udara di Batam makin tak sehat dalam beberapa hari terakhir akibat kabut asap kiriman dari Riau dan wilayah Sumatera lainnya.
f.dalil harahap/batam pos

Warga Diimbau Pakai Masker

Sementara itu, kualitas udara juga terdeteksi di alat pemantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Graha Sulaiman, Nagoya. Indeks udara menunjukkan angka 92 atau sedang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam, Herman Rozie, mengakui memang ada peningkatan kabut asap di Batam. Menurutnya, angka di dua stasiun ISPU yang terpasang menunjukkan sedang.

“Kalau kita lihat visual hari ini (kemarin, red) memang lebih pekat bila dibandingkan sebelumnya,” sebut Herman.

Menurutnya tidak ada yang bisa dilakukan saat ini untuk menghalau kabut kiriman itu. Pihaknya hanya bisa mengimbau warga untuk tidak memperparah kondisi dengan membakar lahan dan lainnya.

“Ini kan sudah pekat, jadi jangan sampai ada kebakaran lahan lagi. Misalnya menemukan titik-titik api segera laporkan, agar bisa ditangani lebih cepat,” ujar mantan camat Lubukbaja ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi juga mengimbau warga untuk menggunakan masker jika berada di luar rumah. Ia mengakui ketebalan kabut meningkat dan lebih tebal bila dibandingkan hari sebelumnya.

“Meskipun sedang, dampaknya sudah mulai terasa. Gejala ISPA mulai dirasakan warga. Makanya kalau tidak penting lebih baik tetap di rumah,” imbau Didi, kemarin.

Mengenai langkah penanganan ke depan, ia mengungkapkan masih berkoordinasi dengan berbagai pihak. Menurutnya jika terus menurun langkah pertama adalah membagikan masker kepada masyarakat. Kedua mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Untuk anak sekolah mungkin orang tua bisa memakaikan masker ketika mereka akan berangkat ke sekolah,” ujarnya.

Kualitas udara saat ini masih sedang meskipun mendekati tidak baik. Bahkan di beberapa tempat sudah tidak sehat seperti yang terpantau citra satelit di Hang Nadim Batam. Pihaknya akan menyampaikan kondisi ini kepada wali Kota Batam untuk langkah selanjutnya.

“Anak-anak masih sekolah karena kualitas udara masih sedang. Sekarang kami rutin pantau website untuk mengetahui penurunan udara,” ujarnya.

Kepala Bidang Ketenagaan, Dinas Pendidikan Batam, Jupri, mengatakan hingga saat ini belum ada edaran untuk meliburkan sekolah dari wali kota Batam. Menurutnya, untuk menuju ke sana ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan sesuai dengan kualitas udara Batam.

Pelayaran Masih Aman

Sementara itu, Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), P. Samosir mengakui saat ini memang ada peningkatan kabut asap di perairan Batam. Namun belum mengganggu pelayaran.

“Kalau kami kan ke Tanjungbalai. Kalau untuk tujuan Dumai mereka transit dulu. Jadi itu tergantung syahbandar di sana. Namun sejauh ini masih aman. Jarak pandang masih 1,5 mil,” ungkapnya.

Samosir menambahkan saat ini masih terus berkoordinasi dengan syahbandar tujuan, termasuk pelayaran yang menuju Batam.

“Dumai ke Batam masih aman. Karena kami terus koordinasi karena penebalan kabut asap ini,” imbuhnya. (ska/zis/yui)