batampos.co.id – Meski menjanjinkan banyak insentif, Batam masih belum menarik bagi investor dari China. Buktinya hingga semester pertama kemarin, baru satu investor saja yang mau menanamkan modalnya di Batam.

“Hingga semester pertama, ada enam investor baru. Hanya satu dari China yakni GP Enterprise,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar, Sabtu (14/9).

Adapun perusahaan asal Tiongkok ini bergerak di bidang pabrik manufaktur water pump. Nilai investasinya capai 2,5 juta Dolar Amerika. Sedangkan investor lainnya berasal dari berbagai negara yang berbeda-beda seperti Maruho dari Jepang, Samyung dari Korea, Simatelex dari Hongkong, Pegatron dari Taiwan dan DK Lok Corporation dari Korea.

Momen perang dagang tampaknya belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia dalam menarik investasi dari China. Investor asal negeri tirai bambu tersebut lebih tertarik untuk hijrah ke Vietnam.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid mengatakan iklim dan fasilitas investasi di Batam tampaknya belum semenarik yang ditawarkan oleh Vietnam ataupun Malaysia.

“Persoalan komitmen investasi tentunya Batam tiap tahunnya mendapatkan minat yang cukup besar. Namun ketika akan realisasi banyak kendala dan pertimbangan lain yang muncul sehingga tidak jadi realisasi,” ucapnya.

BP Batam kata Rafki harus terus mendekati calon investor potensial agar yakin merealisasikan investasinya di Batam.

“Ini tugas bersama. Dari pihak terkait lainnya harus memberikan iklim investasi yang nyaman dan menguntungkan dari sisi bisnis yang akan dijalankan calon investor,” ucapnya lagi. (leo)