batampos.co.id – Badan Lingkungan Nasional (NEA) Singapura mengumumkan ada tiga kasus temuan Zika terbaru di kawasan Hemsley Avenue, kawasan Serangoon Gardens. Khawatir menyebar, warga sekitar pun meminta seluruh kawasan tersebut disemprot asap untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

”Seluruhnya warga Hemsley Avenue,” ujar NEA, Sabtu (14/9) kemarin.

Adanya temuan yang disebabkan nyamuk tersebut membuat warga resah. Salah satunya Sabrina Lim,48. ”Saya jadi khawatir kalau keluar ke taman. Ada banyak nyamuk di sana,” ungkapnya.

Dia akhirnya melarang ketiga anaknya untuk bermain di Serangoon Gardens. Warga lainnya, Genevieve Chabot, seperti dilansir dari Chanel News Asia kemarin menyebutkan, penyakit ini disebabkan nyamuk Aedes aegypti sama seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Efeknya bisa merusak otak.

”Harusnya perusahaan yang ditunjuk mengontrol serangga di sini melakukan kontrol dan fogging dua kali sebulan. Bukannya sebulan sekali,” ungkapnya.

Sementara itu, tetangga Genevieve, Bryan Lincoln mengungkapkan, adanya temuan penderita zika di lingkungannya membuatnya khawatir.

”Saya ada banyak tanaman, kolam, dan tiga air mancur. Saya rutin membersihkannya, tapi selalu ada kekhawatiran, bisa jadi ini menjadi tempat favorit nyamuk Aedes berkembang biak,” ungkapnya.

Mengatasi keluhan warga ini, NEA mulai mengadakan tindakan. Lima yang disinyalir menjadi habitat perkembang biakan nyamuk di sudah dibersihkan. Penduduk mengatakan petugas memeriksa rumah mereka untuk mencari sarang nyamuk.

Mereka juga memperhatikan para pria yang membuka penutup lubang got untuk mengolah air drainase di kawasan Serangoon road. Virus Zika telah dikaitkan dengan penyakit neurologis seperti mikrosefalus, yang menyebabkan bayi dilahirkan dengan kepala yang lebih kecil karena kelainan perkembangan otak.

Ada total 10 kasus Zika di Singapura tahun ini, menurut situs web NEA. Tahun lalu, satu kasus Zika dilaporkan. (*)