batampos.co.id – Bupati Lingga Alias Wello terus berupaya memperkenalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Lingga dalam kegiatan akbar Festival Kelapa Internasional ke-3, di Kabupaten Karang Asem Provinsi Bali.

Kegiatan ini dimulai tanggal 14 hingga 17 September 2019 mendatang, dimanfaatkan Alias Wello untuk terus mempromosikan keunggulan di Kabupaten Lingga.

“Terutama pada empat bidang yang menjadi prioritas yakni bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata sebagai andalan Bunda Tanah Melayu,” kata Alias Wello.

Wakil ketua, sekaligus Sekjen Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa(KOPEK) itu, memboyong 20 orang yang berasal dari Dinas Pariwisata, Pertanian, Disperin-UKM, PTSP, Kominfo dan Humas, Dekranasda dan PKK untuk memperkenalkan Kabupaten Lingga beserta potensinya.

Saat ini lanjutnya KOPEK beranggotakan 248 kabupaten/kota se-Indonesia. Sebelumnya, Kabupaten Lingga juga berhasil menjadi tuan rumah Festival Kelapa Internasional ke-2 pada 2018 lalu.

Bupati Lingga Alias Wello (kemeja biru) foto bersama seluruh anggota Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK). Foto: Humas Pemkab Lingga untuk Batam Pos

Saat itu sempat meraih rekor MURI dalam pembuatan lukisan potret Presiden Jokowi dari sabut kelapa dengan ukuran 3,6 meter x 4,8 meter.

Rekor MURI pembuatan sofa terpanjang dari sabut kelapa, serta menghasilkan MoU pilot project kerja sama regional kabinet Coconut Golden Triangle (CGT).

Kesempatan kali ini, Pemkab Lingga menampilkan produk unggulan dari sentra IKM kelapa.

Adapun produk-produk tersebut adalah tempurung, sabut kelapa, sampai kepada Batik Lingga yang memiliki motif dan corak khas kearifan lokalnya.

“Ke depan kami berharap Kabupaten Lingga menjadi daerah yang mampu bersaing dengan daerah lainnya terutama dalam bidang industri kelapa,” kata Bupati yang akrab disapa Awe ini.

Pada kesempatan itu para bupati yang hadir turut melakukan penanaman bibit kelapa sebanyak 18 jenis varietas yang tanaman ini nantinya akan dijadikan sebagai cikal bakal Taman Mini Kelapa Indonesia.(Wijaya)