batampos.co.id – Pemerintahan Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna, melalui Kelompok Tani Sukur Jadi, melakukan pelestarian mangrove atau bakau di aliran Sungai Senibung, Jumat (13/9/2019) lalu.

Penanaman bakau tersebut mendapat dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran Batalyon Komposit I Gardapati.

Ketua Kelompok Tani Sukur Jadi, Ilyas, mengatakan, kebun bibit rakyat (KBR) merupakan program pemerintah di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui DPDASHL SJD di Tanjungpinang, program ini diberikan kepada kelompok masyarakat untuk dikelola secara swakelola.

”Penanaman ini merupakan komitmen bersama untuk menyelamatkan mangrove dari kerusakan dan mengganti mangrove yang sudah mati akibat faktor alam maupun manusia,” ujar Ilyas.

Kelompok tani mangrove di Desa Batu Gajah bersama TNI dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan penanaman bakau, Minggu (15/9/2019). Foto: Aulia Rahman/Batam Pos

Ilyas yang merupakan perpanjangan tangan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Sei Jang Duriangkan (BPDASHL SJD) Kepulauan Riau itu,  mengatakan, terdapat dua jenis tanaman bakau yang dilestarikan oleh kelompok Tani Sukur Jadi.

Yakni jenis rizhopora mucronata untuk direalisasikan sebanyak 5.175 batang. Kedua jenis rizhopora apiculata direalisasikan sebanyak 16.225 batang.

”Targetnya sekitar 22 ribu batang, baru berhasil ditanam 21.400 batang, tujuannya mengganti mangrove yang sudah rusak,” jelasnya.

Kepala Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) unit V Natuna, Tri Susilo Hadi, mengatakan, tanaman bakau diketahui memiliki banyak manfaat. Di antaranya sebagai penyerap polutan, pencegah intrusi air laut, penelitian dan pendidikan.

Kemudian penyimpan karbon, wisata alam, tempat pemijahan aneka biota laut, pelindung garis pantai dari abrasi dan tsunami, serta tempat berlindung dan berkembangbiaknya berbagai jenis fauna ekosistem payau.

”Pemerintah berharap kelompok tani terus berkembang dan ke depannya memiliki izin usaha dari kementerian langsung,” ujarnya.

“Sehingga kelompok Sukur Jadi ini memiliki akses yang lebih besar dan mampu menghasilkan bibit mangrove yang memiliki kualitas tinggi,” harapnya.(Aulia)