Kamis, 30 April 2026

Halo Pertamina, Solar Langka Terus Nih di Batuaji dan Sagulung

Berita Terkait

batampos.co.id – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar tak kunjung stabil di Batuaji dan Sagulung. SPBU selalu kehabisan stok solar di akhir pekan.

Seperti pantauan Batam Pos saat akhir pekan kemarin. Nyaris tak ada SPBU yang menjual solar.

Jika ada, maka hanya bertahan dua sampai tiga jam sebab antrean panjang kendaraan solar mengular hingga ke jalan raya.

Kelangkaan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya, pasokan yang tidak merata dalam waktu yang bersamaan di semua SPBU, terhentinya pasokan di akhir pekan, serta pembelian menggunakan wadah yang berlebihan.

Pasokan yang tak merata menyebabkan antrean panjang di SPBU yang memiliki stok solar.

Itu terjadi lantaran SPBU lain tak ada stok. Ini yang lazim terjadi selama ini sehingga pasokan solar terkesan langka.

“Persoalan yang sama sebenarnya, dan ini sudah berlarut-larut dan terkesan
disengajakan,” keluh Andre, warga Batuaji di Tanjunguncang, Minggu (15/9/2019).

Papan pengumuman yang berisi informasi kosongnya solar dipasang di depan pompa biosolar di SPBU Batuaji, kemarin. Foto: Eusebius Sara/batampos.co.id

“Seharusnya ada pemberitahuan kalau memang stok solar dikurangi atau apapun persoalannya. Setiap hari selalu begini situasinya tapi tak ada solusi. Mau sampai kapan begini terus,” kata dia lagi.

Situasi ini diperburuk lagi dengan antrean pembelian menggunakan wadah yang berlebihan.

Pembelian menggunakan wadah dengan dalih untuk aktivitas nelayan dan masyarakat pulau, umumnya menyedot separuh stok solar yang didatangkan ke SPBU.

Satu SPBU umumnya mengantongi 80-an surat rekomendasi pembelian solar menggunakan wadah dengan kapasitas per surat rekomendasi di atas 1.000 liter.

Persoalan lainnya adalah tidak ada jadwal pengiriman solar di hari libur sehingga setiap akhir pekan solar selalu kosong.

Pihak SPBU saat dikonfirmasi selalu memberi jawaban yang normatif bahwa pasokan solar stabil dan kelangkaan terjadi karena permintaan yang terlampau banyak.

“Stok masih sama kok, cuma itu tadi pembelian yang terlalu banyak. Lihatlah kalau ada stok langsung panjang antrean,” ujar Rofiq, petugas SPBU di Tanjunguncang.(eja)

Update