batampos.co.id – Korban kebakaran di Kampung Danau Merah, Kelurahan Buliang, Batuaji masih bertahan di posko bencana berupa tenda darurat yang dibangun Dinas Sosial (Disnsos) Kota Batam dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Empat hari berada di posko bencana, puluhan jiwa dari 16 kepala keluarga (KK) mulai menuai kesulitan.

Selain kepanasan akibat berdesak-desakan dalam tenda berukuran sedang, korban bencana kebakaran juga kesulitan dengan urusan kamar kecil atau toilet.

Pasalnya, sejak kebakaran terjadi, posko penanganan bencana tidak dilengkapi toilet atau kamar mandi.

Para korban maupun petugas yang berjaga cukup kesulitan mendapatkan toilet umum.

”Kalau siang masih bisa numpang di rumah-rumah warga yang selamat (dari bencana kebakaran),” kata Sardi, salah seorang korban kebakaran, Minggu (15/9/2019).

Korban kebakaran Kampung Danau Merah, Kelurahan Buliang, Batuaji mendapat layanan kesehatan, Minggu (15/9/2019). Foto: Eusebius Sara/batampos.co.id

“Tapi kalau malam repot sekali, anak atau istri mau buang air harus diantar jauh ke rumah-rumah yang selamat. Semua serba tak nyaman. Tidur malam kepanasan, belum lagi nyamuk, tak ada toilet,” keluh Sardi lagi.

Hingga Minggu (15/9/2019), kesulitan ini masih dialami puluhan jiwa korban kebakaran tersebut.

Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Dinsos Kota Batam, Dedy Suryadi, mengaku belum bisa memenuhi permintaan warga korban kebakaran karena Dinsos belum memiliki toilet portable.

”Kami dari Dinsos tidak memiliki toilet tersebut,” kata Dedy.

Selain fasilitas penunjang tersebut, warga korban kebakaran juga berharap agar mereka diberi kemudahan untuk mengurus kembali dokumen pribadi dan keluarga yang lenyap bersama musibah kebakaran itu.

”Hampir semua (korban kebaran) kehilangan dokumen seperti KK, buku tabungan, KTP dan lain sebagainya,” kata Erni, korban lainnya.

“Semoga dalam pengurusan baru bisa dipermudah karena ini musibah,” harap Erni.(eja)