batampos.co.id – Mantan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Batam pada 2020 mendatang.

Lukita datang ke Kantor DPC PDIP Kota Batam didampingi rekannya untuk mengambil formulir pendaftaran bakal calon wali kota Batam, Minggu (15/9/2019) sore.

Lukita disambut oleh ketua tim penjaringan DPC PDIP, Zulhan, Sekretaris DPC PDIP, Ernawati, Bendahara DPC PDIP, Putra Yustisi Respati serta ketua Bappilu DPC PDIP, Nasir Pelawi.

Kepada Batam Pos, Lukita menegaskan keseriusannya dan ingin total maju sebagai calon Wali Kota Batam melalui kendaraan politik PDIP.

“Saya merupakan salah satu anggota DPP PDIP, saya ingin maju Batam 1 dari dasar, dari bawah, dengan merangkul seluruh anak ranting PDIP yang ada di Batam,” katanya.

Lukita mengatakan, dirinya sudah berkomunikasi dengan hampir seluruh partai politik. Kecuali dengan partai petahana, Nasdem.

“Saya maju dengan bekal pengalaman saya memimpin BP Batam, saya sudah mengenal Batam dan masyarakatnya,” ujar Lukita.

Lukita mengatakan, parpol yang sudah diajaknya berkomunikasi ialah Golkar, Gerindra, PKB, PSI, Perindo dan Hanura.

“Kami ingin membangun kesepahaman bahwa semua pihak ingin melihat Batam menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Batam kata Lukita, memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu kata dia, semangat adalah hal terpenting untuk mewujudkan Batam lebih baik lagi untuk semua kalangan masyarakat dari berbagai lapisan.

Lukita menegaskan, keberadaan dua lembaga pemerintah di Batam yakni BP Batam dan Pemko Batam, harus bisa menjadi kekuatan untuk memajukan Batam, bukan sebaliknya.

Lukita (tengah) kemeja putih) berfoto bersama dengan pengurus DPC PDI Perjuangan setelah mengambil formulir pendaftaran untuk mengikuti Pilwako 2020 dengan disuung oleh PDIP. Foto: Galih/batampos.co.id

“Kuncinya harus dibangun satu kebersamaan, kesepahaman, itu yang akan saya lakukan nanti apabila dipercaya masyarakat Batam maju sebagai Wali Kota Batam periode 2020-2024 mendatang,” ujarnya.

Batam lanjutnya, memiliki potensi yang sangat besar dan tidak
dimiliki daerah lainnya di Indonesia.

Batam kata dia lagi, memiliki anggaran yang cukup besar di dua lembaga pemerintah.

“Istilahnya dengan adanya dua mesin dalam satu kapal, seharusnya hal itu menjadi kekuatan untuk mempercepat pembangunan dan kemajuan Kota Batam,” jelasnya.

“Bukan malah sebaliknya jadi penghambat dunia investasi karena masih sibuk dengan gontok-gontokan memperebutkan siapa yang paling berhak mengelola dan membangun Batam,” tegasnya.

Mensinergikan antara BP dengan Pemko Batam menjadi cita-cita Lukita apabila dipercaya menjadi orang nomor satu di Kota Batam.

Bekal itu akan dibawa Lukita ke pemerintah pusat untuk membuat sistem hubungan kerja kedua lembaga pemerintah tersebut bisa berjalan berdasarkan sistem yang jelas.

“Jadi siapapun yang akan memimpin baik di BP Batam maupun Pemko Batam, isu dualisme bisa dihindari dengan sinergitas kerja,” jelasnya.

“Artinya harus ada satu aturan yang memperjelas hubungan kerja di antara kedua lembaga yang sama-sama merupakan lembaga
pemerintah yang diakui oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Lukita berjanji, setelah SK DPP PDIP keluar dan dinyataka Lukita calon yang akan diusung sebagai calon Wali Kota Batam 2020, ia siap dan akan langsung blusukan ke seluruh lapisan masyarakat di Batam.

“Kalau ditanya apakah saya serius, apakah saya siap maju melalui PDIP untuk Batam 1 tahun depan, saya tegaskan saya sudah siap,” katanya.

“Dan total akan habis-habisan bertarung untuk memperebutkan dan memenangkan sebagai Wali Kota Batam periode 2020-2024,” tegasnya lagi.

Lukita juga mengatakan sudah siap lahir batin dan tidak akan mundur untuk bertarung di Pilwako Batam 2020 mendatang.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Kota Batam, Ernawati menyatakan, keseriusan Lukita maju Pilwako Batam 2020 mendatang tidak diragukan lagi.

Hal itu kata dia, dibuktikannya dengan pengambilan formulir dan langsung dikembalikan beserta berkas persyaratan pendukung lainnya.

Erna mengakui, secara lisan sudah banyak parpol lain yang mengajak berkoalisi dengan PDIP untuk Pilwako 2020-2024 mendatang.

Seperti Golkar, Gerindra, Demokrat, Perindo, PSI dan Hanura.

“Kami menyambut baik niatan parpol lain yang mengajak berkoalisi dengan kami PDIP. Kami tetap menunggu itu,” ujarnya,

DPC PDIP Kota Batam sendiri resmi membuka pendaftaran bakal cawako/cawawako Batam untuk pilwako Batam tahun 2020 mendatang pada hari Kamis (12/9/2019) lalu.

Nantinya tim penjaringan akan melakukan verifikasi bakal calon yang mendaftar dan menyerahkan kembali berkas pencalonan kandidat ke DPD PDIP Kepri untuk diteruskan ke DPP.

Selanjutnya DPP PDIP akan mengumumkan bakal calon yang akan diusung PDIP Batam dalam Pilwako Batam tahun depan.

Seleksinya bakal calon wali kota Batam tidak dilakukan di DPC PDIP, melalinkan oleh DPP.

Tim penjaringan DPC PDIP Kota Batam diminta minimal mengajukan dua pasang bakal cawako dan dua pasang bakal cawawako Batam.

Pendaftaran terakhir dilakukan pada 20 September
mendatang mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB tiap harinya.(gas)