Selasa, 14 April 2026

Di Kota Batam, 40 Ruang Kelas dan 2 Sekolah Baru Belum Selesai Dibangun

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mempercepat pengerjaan proyek fisik jelang 30 November.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, menyebutkan, tahun ini ada 40 ruang kelas baru (RKB), dua pembangunan sekolah baru, serta revitalisasi bangunan sekolah.

Pengerjaannya masih berjalan dan diharapkan sesuai dengan kontrak kerja.

”Tergantung kontraknya. Kami berharap tak ada keterlambatan seperti tahun lalu. Masih on progress semua,” kata Hendri, Senin (16/9/2019).

Seluruh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang bertugas turun ke lapangan mengawasi jalannya proyek fisik.

Laporan sementara pengerjaan sudah mencapai 60 persen. Pembangunan SMPN 58 yang di Kampung Bagan sudah mulai terlihat fisik bangunannya.

”Diupayakan rampung sesuai kontrak. Karena ada proyek yang harus lelang dua kali, sehingga berdampak pada kontrak kerja,” jelasnya.

“Jadi, tidak semua berakhir di akhir November,” bebernya lagi.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 21 Sagulung tahun ini mendapat empat lokal tambahan. Dengan adanya tambahan tersebut proses belajar mengajar di SDN 21 Sagulung akan kembali normal. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Menurutnya, faktor cuaca serta akses menuju lokasi sekolah cukup mendukung sehingga tidak ada penundaan pengerjaan bangunan sekolah baru ini.

”Kalau tahun lalu yang SMPN 56 kan terhalang akses. Jadi, pengerjaan tidak selesai tepat waktu,” imbuhnya.

Ia mengakui kedua sekolah tersebut sudah menumpang lebih dari satu tahun. Persoalan lahan menjadi faktor terkendalanya pembangunan sekolah baru tersebut.

”Awalnya cuma satu yang mau dibangun, namun belakangan ada lahan lagi untuk SDN 008 Batuaji,” katanya.

“Jadi, kami bangun dua tahun ini,” sebutnya.

Untuk itu, pemba­ngunan gedung sekolah baru ini bisa mengurangi ketidaknyaman siswa yang saat ini masih belajar menumpang di sekolah lain itu.

Ia menargetkan siswa bisa menempati gedung baru akhir tahun ini. Selain pembangunan sekolah, pihaknya juga mulai mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti meja dan kursi belajar.

Gedung sekolah selesai fasilitas pendukung juga sudah tersedia.

”Lagi proses lelang. Mudah-mudahan cepat selesai jadi sekolah selesai fasilitasnya juga,” tuturnya.

Hendri menambahkan pe-ngerjaan proyek kerja tahun ini benar-benar diawasi. Pengerjaan proyek harus berjalan sesuai dengan kontrak kerja yang sudah ada.

”Kami tidak mau lagi kalau ada permasalahan dengan pembangunan,” tutupnya.(yui)

Update