batampos.co.id – Masalah kebersihan lingkungan dan sampah menjadi perhatian Komunitas Couchsurfing Batam tiga bulan belakangan ini.

Komunitas penggemar traveling ini sejak Juli lalu aktif melakukan bersih-bersih lingkungan dari sampah yang dibuang masyarakat secara sembarangan.

Terutama di tempat atau fasilitas umum, tempat wisata, dan pulau kecil. Terbaru, Couchsurfing Batam melakukan aksi bersih sampah plastik di Pulau Buluh, Batam, Minggu (15/9/2019).

Pulau ini dipilih karena kondisi sampah plastik yang berada di sekitar tempat tinggal warga sudah memprihatinkan.

Pulau yang pernah menjadi pusat kecamatan Batam sebelum Belakangpadang ini, dikotori beragam sampah plastik kemasan makanan dan minuman.

“Sampah plastik sangat banyak di sekitar rumah warga yang berada di pinggir laut. Satu titik saja sampahnya sangat banyak,” ujar koordinator kegiatan dari Komunitas Couchsurfing Batam, Tiurma Panjaitan, Senin (16/9/2019).

Begitu banyaknya sampah, hanya dalam dua jam terkumpul puluhan karung sampah yang didominasi plastik kemasan makanan dan minuman.

Padahal, tempat yang dibersihkan hanya dua titik saja. Sementara sejumlah titik lainnya di Pulau Buluh belum terjamah sepenuhnya.

“Saya yakin, kami tidak bisa menyelesaikan satu pulau itu dalam satu kali saja, butuh berkali-kali,” kata City Ambassador Couchsrufing Batam, Nabilla Bennett Lihawa.

Komunitas Couchsurfing Batam menggelar aksi bersih sampah di Pulau Buluh, Minggu (15/9/2019). Foto: Ahmadi Sultan/batampos.co.id

“Tapi setidaknya kami bisa memberikan contoh dan mengedukasi masyarakat setempat,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Komunitas Couchsurfing Batam melakukan hal yang sama di Alun-Alun Engku Putri dan Pulau Putri.

Menurut Nabilla, aksi bersih-bersih bukanlah tujuan utama komunitas ini. Namun sebagai penggemar traveling, mereka juga ingin menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

Kota atau tempat yang bersih tentu akan membuat masyarakat setempat dan pengunjung terutama turis, nyaman dan bisa menikmati Batam sebagai tujuan wisata di Indonesia.

Couchsurfing ini merupakan komunitas para traveler di seluruh dunia untuk bisa saling berbagi dan memperluas jaringan.

Salah satunya dengan berbagi akomodasi untuk sesama anggota saat traveling yang tentunya akan membuat perjalanan lebih hemat dan lebih mengenal orang-orang baru.

Dengan 14 juta orang di 200 ribu lebih kota, mereka saling berbagi pengalaman dan perjalanan.

Komunitas ini pun juga sudah ada di Indonesia dari tahun 2004. Di Indonesia sendiri terdapat 181.393 member.

Komunitas ini bisa diikuti oleh segala umur dengan batas minimum 18 tahun. Dikarenakan pada umur 18 tahun seseorang sudah bisa dianggap dewasa.

Seleksi untuk bergabung di komunitas ini dilakukan secara secara personal.

Di Batam sendiri, anggota komunitas ini di aplikasinya telah ada sekitar 1000an orang (aktif dan non-aktif). Anggotanya terdata sejak komunitas ini ada tahun 2010 silam.

Awalnya, kegiatannya hanya berkumpul secara reguler lalu membuat kegiatan untuk menarik anggota baru.

Di Couchsurfing ini sendiri terdapat 3 inti kegiatan. Yaitu Menerima tamu, menjadi teman jalan-jalan Couchsurfer yang sedang datang di kotanya atau menjadi traveler.

Dalam kegiatan sebagai penerima tamu Couchsurfing, rumah kita pun akan dibuka untuk orang yang akan datang ke kota kita.

Begitu pun sebaliknya, jika kita ingin pergi ke kota lain, kita bisa memilih salah satu dari member Couchsurfing yang bersedia untuk menerima kita tinggal sementara atau menginap di rumahnya.

Selain tiga kegiatan tersebut. Sebagai Couchsurfer kita juga bisa mengadakan event yang dapat mengundang anggota dari Couchsurfing lainnya.

Kegiatan ini sifatnya lebih terbuka dan berdampak langsung ke masyarakat seperti kasi bersih-bersih lingkungan.(uma)