batampos.co.id – Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto, menegaskan bahwa tewasnya Dwi Kurniawan, 36, yang ditemukan tergantung di kamarnya di Kelurahan Ranai Darat pada 14 Oktober 2018 lalu adalah tindak pidana pembunuhan.

Selama hampir setahun, kasus tersebut dilakukan penyidikan. Dan akhirnya ditetapkan Budi, 39, merupakan abang kandungnya sebagai tersangka pelaku.

”Tewasnya korban ini dibunuh dikuatkan sejumlah bukti yang ditemukan dan dikumpulkan,” ujar Nugroho dalam jumpa pers di Mapolres Natuna, Selasa (17/9/2019).

“Salah satunya hasil visum dokter, korban tewas bukan karena jeratan di leher. Tapi ada dua titik benda tumpul di leher korban,” kata dia lagi.

Bahkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), sambungnya, ditemukan ceceran darah pada lantai. Ceceran darah itu disebabkan banyaknya luka sayatan di tubuh korban.

Kata dia, korban digantung untuk menghilangkan jejak.

Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto didampingi Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Hendrianto menunjukkan tersangka pembunuhan dan barang bukti pisau dan tali gorden. Foto: Aulia Rahman/batampsoc.o.id

”Dokter yang melakukan visum memastikan adanya luka sayatan di pergelangan tangan, kepala, leher dan perut tidak menyebabkan korban tewas. Tapi penyebabnya benda tumpul di bagian leher, bisa seperti dicekik,” ujar Kapolres.

Nugroho mengatakan, bukti yang menguatkan adalah berupa pisau bercak darah yang ditemukan di rumah tersangka, yang kebetulan tinggal serumah bersama korban.

Serta dikuatkan pakar tindak pidana yang menguatkan, kasus tersebut adanya keterlibatan orang dewasa.

Bahkan dalam proses penyidikan, penyidik menemukan kejanggalan sebelum korban ditemukan tewas tergantung.

Berupa jejak digital antara korban dan tersangka. Namun sejauh ini, tersangka tidak mengakuinya.

”Tersangka juga sudah diuji menggunakan lie detektor, hasilnya membuktikan adanya kebohongan. Alat menguji kebohongan itu sudah diakui secara internasional,” jelas Nugroho.

Dalam penyelidikan kasus ini, penyidik masih mengembangkan motifnya. Karena banyak dugaan, salah satunya bisa disebabkan dendam, urusan pekerjaan dan lainnya.

Karena korban adalah direktur di perusahaan konsultan dan abangnya juga berprofesi yang sama.(Aulia)