batampos.co.id – Kerusakan di kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim semakin mengkhawatirkan.

Selain sering dirusak oleh pembalak liar, peternak babi juga tidak pernah jera setelah pernah ditertibkan sebelumnya.

Dalam operasi gabungan yang dilakukan Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam bersama aparat pengamanan bandara lainnya pada Selasa (17/9/2019), tim ini menertibkan 15 pemilik kandang babi dan dua kandang kambing.

”Jumlah kandang sangat banyak, tapi yang tercatat oleh kami dari pemiliknya ada 15 pemilik kandang babi dan dua kandang kambing. Semuanya sudah ditertibkan,” kata Kanit Penindakan Ditpam BP Batam Ahmad Supriyadi, Rabu (18/9/2019).

KKOP Bandara Hang Nadim memiliki luas 1.762 hektare yang digunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan.

Personel Ditpam menertibkan peternakan ilegal di KKOP Bandara Hang nadim Batam. Foto: Humas BP Batam untuk batampos.co.id

Lokasi ini sangat terlarang untuk dimasuki, tapi sayangnya banyak pembalak liar yang memasukinya untuk menebang pohon dengan tujuan untuk membangun kebun liar dan peternakan babi.

Penebangan pohon banyak yang dilakukan dengan cara dibakar. Dan ini yang menjadi sebab kebakaran hutan di Batam.

Hingga Agustus 2019, Batam telah dilanda 262 kali kebakaran. Dari jumlah tersebut, 120 kebakaran terjadi di kawasan hutan lindung seluas 196 hektare.

Kemudian 78 kebakaran terjadi di kawasan semak belukar dengan luas area 58,4 hektare dan kebakaran di permukiman sebanyak 64 kejadian.

”Pada Februari, ada 46 peristiwa kebarakan di area seluas 63,5 hektare. Sedangkan pada Maret, ada 43 peristiwa dengan area mencapai 70,9 hektare,” sebut Supriyadi.(leo)