Senin, 27 April 2026

BRI Sosialisasi Sadar Bahaya Narkoba, Bentengi Diri Anak dari Narkoba

Berita Terkait

batampos.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI Kanwil Pekanbaru menggelar sosialisasi Sadar Bahaya Narkoba di Grand i Hotel, Nagoya, Kamis (19/9/2019).

Kegiatan ini diikuti 50 sekolah dengan target sasaran tenaga pengajar, guru, dan ketua OSIS di SMA/ sederajat se Provinsi Kepri.

Pemimpin Wilayah BRI Pekanbaru, Harry Gusti Utama, mengatakan, kegiatan itu sebagai salah satu wujud nyata kepedulian Bank BRI terhadap lingkungan sekitar dan dalam bidang pendidikan, maka Bank BRI menyelenggarakan kegiatan BRI Peduli.

“Dengan sosialisai ini akan menambah pengetahuan dan menguatkan para pelajar mengenai bahaya narkoba,” jelasnya.

“Dan bisa membentengi diri dari pengaruh lingkungan,” ujar Harry lagi.

Selain membentengi diri, setiap peserta sosialisai juga diharapkan menjadi “agen” untuk lingkungan dan keluarganya masing-masing.

Sehingga dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia khususnya generasi muda.

“Membentengi diri dari sekarang sangat penting, karena untuk membentuk SDM yang unggul dan Indonesia maju, anak- anak tidak boleh terkontaminasi narkoba,” kata Harry.

Dari kiri: Kepala Seksi Pencegahan BNNP Kepri Addlinsyah, Pimpinan Kanca BRI Nagoya Sutarta, Pemimpin Wilayah BRI Pekanbaru Harry Gusti Utama, Perwakilan Kepala Kemenag Magdalena Silvia, PLH BNNP Kepri Ali Chozin, Pimpinan Kanca BRI Batam Center Mahmuddin, serta Kepala Bagian logistik Umum Kanwil BRI Pekanbaru Fandy Rully Afrizal, foto bersama dalam pembukaan sosialisasi Sadar Bahaya Narkoba di Grand i Hotel, Nagoya, Kamis (19/9/2019). Foto: Yofi Yuhendri/Batam Pos

Program tersebut lanjutnya, serentak diselenggarakan di seluruh Idonesia oleh 19 Kantor Wilayah BRI bekerja sama BNN dan kepolisian setempat.

Dalam kegiatan ini, PLH BNN Kepri, Ali Chozin mengimbau para siswa agar tidak mendekati narkoba, karena hal itu bisa menghancurkan masa depan generasi muda.

Penyalahgunaan narkoba kata dia, bisa mengakibatkan seseorang ditahan, tidak hanya masa depan, tetapi keluarga dan badan juga bisa hancur akibat mengonsumsi barang haram ini.

“Sekarang ini millenial dalam generasi emas. Generasi yang nantik akan jadi pemimpin dan dipandang oleh negara lain,” kata Ali.

Ditambahkan Harry, selain program BRI peduli, BRI juga memiliki program bantuan fasiltas umum kepada masyarakat.

Seperti rumah ibadah, ambulance, serta mandi cuci, dann kakus (MCK).

Selain itu dalam akhir tahun ini, BRI akan melaunching bank terapung. Dimana pelayanan perbankan akan menyentuh pulau-pulau kecil di Kepri.

“Kapal ini mendatangi pulau-pulau, dengan tujuan memudahkan masyarakat untuk transasksi. Di kapal ada ATM, mesin pembukuan, dan pegawainya,” kata Harry.(ofi)

Update