batampos.co.id – Para pelaku industri pariwisata di Kota Batam bergotong royong membersihkan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.

Seperti, anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam yang bersama-sama membersihkan lantai masjid Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Selasa (17/9/2019) dan Rabu (18/9/2019).

“Mayoritas hotel mengirim anggota. Paling banyak 1 hotel kirim 17 karyawan,” kata Ketua PHRI Batam, Muhammad Mansyur.

“Saking antusiasnya ada yang datang lebih awal, pukul 08.30 pagi sudah di sini. Alhamdulillah,” ujarny lagi.

Lebih kurang 100 orang terlibat dalam pembersihan masjid yang berdiri di lahan seluas 5,7 hektare tersebut.

Tak hanya personel, PHRI juga turun dengan membawa peralatan bersih-bersih sendiri. Di antaranya mesin buffing (pembersih lantai) dari beberapa hotel.

Ribuan PNS Pemko Batam membersihkan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah beberapa waktu lalu. Hal yang sama juga dilakukan para pelaku pariwisata di Kota Batam. foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Ini bentuk solidaritas kita. Sebagai bentuk rasa memiliki karena Batam milik kita,” sebutnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata. Karena masjid ini ke depannya akan menjadi destinasi wisata religi di Kota Batam.

“Kami harap kontribusi ini dapat menimbulkan efek kontinu terhadap kunjungan wisatawan dan pada akhirnya berdampak pada tingkat hunian hotel,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengaku tak menyangka dengan turunnya anggota PHRI gotong royong di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.

Ini menunjukkan adanya rasa memiliki atas objek wisata baru tersebut.

“Ternyata pelaku pariwisata sudah merasa memiliki dan mengakui masjid ini sebagai objek wisata religi,” paparnya.

“Ini menjadi gerakan moral. Buktinya dari feri terminal sudah mengatakan mau gotong royong juga di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah hari ini,” kata Ardi.(nji)