batampos.co.id – Persiapan pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus dilakukan. Distributor secara berangsur memasukkan bahan pokok ke pasar yang menempati eksisting Pasar Grand Niaga Mas, Batam Kota tersebut.

“Tanggal 18 September ini distributor sudah mulai masukan dagangannya,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau, Rabu (18/9/2019).

Disperindag juga menggelar bazar kuliner nusantara dan kerajinan khas Batam, yang digelar pada Jumat (20/9/2019) hingga Minggu (22/9/2019) mendatang.

Ia mengatakan, masyarakat dapat berbondong-bondong menyambangi pasar TPID.

“Seperti yang kami sampaikan, nanti bahan pokok yang dijual harga distributor,” katanya.

Pramono, pelukis, sedang membuat gambar tiga dimensi (3D) di kawasan Pasar TPID yang me-nempati lokasi Pasar Grand Niaga Mas, Batam Center, Jumat (13/9/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Pantauan Batam Pos, sarana pendukung sudah terpasang dari penerangan hingga air. Tidak hanya itu penampil harga berupa videotron juga sudah terpasang. Pasar tersebut juga dilengkapi spot foto berupa mural tiga dimensi.

“Kami siapkan nilai seni, supaya tidak ada kesan pasar yang biasa basah dan kotor. Pasar juga menyenangkan,” imbuhnya.

Ketua Asosiasi Distributor Bapok Batam Aryanto mengatakan, pihak distributor mulai menempati kios-kios di pasar tersebut.

Untuk sementara yang dimasukkan adalah Bapok yang tahan lama. Sementara sebagian Bapok akan dimasukkan Kamis (19/9) dan Jumat (20/9).

“Sayur telur daging ini gk bisa tahan lama. Jadi Jumat baru masuk,” ungkapnya.

Pasar ini kelak akan diresmikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, direncanakan pada 21 September mendatang.

Selain pejabat dari Kemendag yakni Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Suhanto, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga, Veri Anggriano Sutiarto serta akan hadir Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB), Diah Natalisa.(iza)