batampos.co.id – Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) pusat hadir dalam Batam Indofest 2019 di Nagoya Hill yang digelar sejak Kamis (19/9/2019) hingga Minggu (22/9/2019).

Produk dari kelompok-kelompok usaha terdampak bencana akan dihadirkan dari berbagai daerah pascabencana dan rawan bencana.

Produk-produk yang dihadirkan antara lain kain Lurik Sukoharjo, Jawa Tengah yang terkena tanah longsor dan banjir 2018 lalu, Tenun Lombok, Lombok Timur bencana gempa bumi 2018, kerajinan kulit kayu dan noken dari Sentani Jayapura-Papua kena bencana banjir bandang cycloop dan banjir Sentani.

Selain produk kerajinan, ada juga produk makanan ringan, seperti Madu Trigono, Lombok Utara (bencana gempa bumi 2018), Mocaf Cookies, Sumedang, Jawa Barat (bencana tanah longsor tahun 2018).

Kemudian Kripik Singkong Amor Bangkalan, Madura (bencana tanah longsor dan banjir bandang tahun 2018), dan Kue Pia Minahasa Sulawesi (bencana tanah longsor dan banjir 2016).

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai, mengatakan, produk-produk yang ada merupakan salah satu hasil dari usaha kecil menengah masyarakat, yang bangkit dari bencana alam yang terjadi.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai (kiri) meninjau stan BNPB Batam Indofest 2019 di Nagoya Hill, Kamis (19/9/2019). Foto: Angga untuk Batam Pos

”BNPB tidak hanya menanggulangi bencana, tapi pada saat pascabencana kami juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat yang terpuruk,” kata Rifai.

Target umum memperkenalkan produk ini adalah pengurangan nilai kerugian ekonomi dan khususnya dari sektor ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

”UMKM diharapkan mampu merespons segala dampak bencana yang terjadi dan menyesuaikan diri, serta ketika pascabencana bisa pulih secara cepat dan lebih baik lagi dibanding usaha yang mereka lakukan sebelumnya,” ujarnya.

UKM perlu mem­ba­ngun ketangguhan dengan mendukung keberlanjutan usaha melalui panyusunan panduan pengelolaan keberlanjutan usaha.

Tujuannya memberi arahan dan panduan bagi semua pihak dalam melaksanakan manajemen atau pengelolaan keberlanjutan usaha untuk usaha mikro, kecil, dan menengah.

Kehadiran BNPB di Batam Indofest merupakan kegiatan kedua, setelah sebelumnya BNPB juga hadir di Festival Kopi dan Coklat di Bandung.

Setelah Batam Indofest, pameran dengan tema berbeda akan berlangsung di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.

Melalui pameran ini, kelompok-kelompok usaha dari daerah pascabencana akan semakin terbuka akses pemasarannya dan perekonomian menjadi semakin pulih.(iwa)