batampos.co.id – Bahan pangan dan kosmetik ilegal banyak beredar di Batam. Masyarakat perlu lebih teliti dan cerdas agar terhindari dari bahan berbahaya.

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri, Yosef Dwi Irwan, mengakui, peredaran bahan pangan dan kosmetik ilegal di Kota Batam masih marak.

Hal itu juga didukung kondisi geografis Batam yang berada di perbatasan dengan negara tetangga.

“Banyak sebenarnya yang ilegal, terutama untuk bahan pangan dan kosmetik ilegal. Mereknya ada ratusan,” ujarnya, Jumat (20/9/2019).

Menurut dia, peredaran bahan pangan tanpa nomor izin cukup banyak memenuhi pasaran Batam.

Begitu juga dengan kosmetik ilegal yang beredar bebas di pasaran. Bahkan, ada masyarakat yang sudah menjadi konsumtif terhadap bahan pangan dan kosmetik ilegal itu.

Petugas BPOM kepri memeriksa produk kosmetik yang diduga ilegal. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

“Ada juga yang sudah terbiasa dengan bahan pangan itu, padahal kita tak pernah tahu apa bahan yang tergantung dalam bahan pangan itu,” jelasnya.

“Kosmetik, banyak mengandung bahan kimia,” kata Yosef lagi.

Dikatakannya, pengawasan terhadap bahan pangan dan kosmetik ilegal ini sudah kerap dilakukan.

Namun, pada kenyataanya pelaku atau distributor yang membawa bahan pangan ilegal itu masuk ke Batam tak pernah jera.

“Kami sudah sering melakukan razia di bantu stake holder terkait, tapi tetap masih banyak beredar,” ujarnya.

“Padahal, hukuman kurangan badan dan denda atas peredaran bahan pangan dan kosmetik ilegal ini cukup berat,” papar Yosef lagi.

Masih kata Yosef, baru-baru ini pihaknya juga berhasil menyita kosmetik ilegal yang diperkirakan bernilai Rp 200 juta.

Di lain hal, Yosef berharap masyarakat bisa lebih cerdas membeli bahan pangan untuk di konsumsi.

“Karena kita tak pernah tahu apa yang ada di dalam bahan pangan dan kosmetik,” tuturnya.

“Masyarakat harus pintar serta teliti membaca label yang ada di bungkus bahan,” jelas Yosef.(she)