batampos.co.id – Pemerintah menargetkan defisit perdagangan Indonesia dengan Tiongkok bisa diturunkan.

Hal itu menjadi salah satu topik yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Penasehat Hubungan Luar Negeri Presiden Tiongkok Xi Jinping, Song Tau di Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat (20/9/2019).

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Abdurrahman Muhammad Fachir, mengatakan, Jokowi berharap kerja sama perdagangan kedua negara bisa ditingkatkan.

Namun, agar neracanya seimbang, Indonesia meminta Tiongkok meningkatkan impornya. Khususnya untuk beberapa komoditas yang menjadi unggulan Indonesia.

“Presiden berharap impor Tiongkok CPO (crude palm oil/kelapa sawit) ditingkatkan dan juga berbagai komoditas lain seperti buah-buahan dan aquatic (perikanan),” ujarnya usai mendampingi Presiden.

Untuk diketahui, defisit perdagangan Indonesia dengan Tiongkok cukup besar. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), nilai defisit yang diderita Indonesia mencapai USD 18,4 miliar atau sekitar Rp 257 triliun pada 2018.

Ilustrasi kelapa sawit. Foto: JPNN

Fachir menambahkan, selain itu, Presiden juga berharapan agar Tiongkok bisa menanamkan investasi di Indonesia.

Khususnya untuk sektor produksi yang memiliki orientasi ekspor seperti ke Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika.

Kemudian, kerja sama kedua negara di Belt and Road Initiative (BRI) dan Poros Maritim Indonesia juga diharapkan bisa ditingkatkan.

Selain persoalan ekonomi, kedatangan utusan Song Tau juga menyampaikan rencana Wakil Presiden Tiongkok, Wang Qishan, untuk hadir dalam pelantikan Presiden Joko Widodo sebagai presiden terpilih periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019 mendatang.

“Kita tadi juga menyampaikan bahwa akan ada wakil presiden Tiongkok yang akan menghadiri pelantikan bapak presiden,” tuturnya.

Atas rencana tersebut, Jokowi menyambut positif. Hal itu dinilai sebagai kehormatan bagi Indonesia.

“Bapak presiden mengatakan terhormat kalau dihadiri juga oleh wakil presiden Tiongkok,” kata dia. Rencana tersebut menunjukkan perhatian Tiongkok kepada Indonesia.(far/jpg)