batampos.co.id – Hutan Dam Duriangkang kembali terbakar, Sabtu (21/9/2019) siang pukul 12.00 WIB. Kali ini luas area hutan yang terbakar sekitar empat hektare. Butuh waktu emppat bagi para petugas gabungan untuk memadamkan si jago merah di lokasi kebakaran.

Mulai dari tepi jalan di seberang Pertokoan Mega Legenda hingga ke bagian dalam hutan.

Akibat kebakaran ini, tak hanya merusak hutan yang berfungsi sebagai penyangga Dam Duriangkang, tapi juga mengganggu pengendara yang melintas di Jalan Sudirman baik dari arah bandara maupun dari arah Simpang Kabil, Batam Center.

Asap dari kebakaran ini sangat pekat sehingga pengendara sampai tidak terlihat di jalan.

”Jalanan sampai macet pas dekat lokasi kebakaran karena asap mengarah ke jalan,
menjadikan jarak pandang gelap dekat lokasi kebakaran,” kata Riki, warga yang berada di lokasi kebakaran.

Polresta Barelang menerjunkan 15 personel dan dua unit mobil water canon yang dipimpin langsung Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Firdaus.

Sementara dari Polda Kepri menurunkan satu unit mobil water canon dan dua mobil Satgas Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan dari Korp Samapta.

Kemudian BP Batam mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Begitupun Pemko Batam yang mengerahkan dua mobi pemadam kebakaran.

Lalu, satu unit mobil Manggala Agni, dan dibantu warga. Butuh empat jam petugas pemadam kebakaran gabungan ini untuk memadamkan api di 4 hektare Hutan Dam Duraingkang yang terbakar itu.

Asap pekat menyelimuti ruas Jalan Sudirman di arah bandara menuju Simpang Kepri Mall, Sabtu (21/9) siang. Asap tersebut bersumber dari kebakaran Hutan Dam Duriangkang di tepi jalan seberang pertokoan Mega Legenda, Batam Center. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Iya, butuh empat jam,” ujar Kompol Firdaus yang ikut langsung memadamkan api.

Masih kata Firdaus, di tempat lain anggotanya juga berjibaku memadamkan api di hutan Soutlink, Sekupang beberapa waktu lalu.

”Kami juga kerahkan mobil water canon,” katanya.

Ia mengimbau warga Batam agar tidak membuang puntung rokok ke hutan yang kering. Juga tidak membakar sampah sembarangan tempat.

”Apalagi kalau sengaja membakar hutan bisa kena pidana. Ini musim kemarau dan angin kencang sangat mudah terbakar,” ujarnya.

Sementara itu, kualitas udara akibat kebakaran lahan dan asap kiriman hingga sore kemarin Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) cenderung naik.

”Pagi tadi masih 80, sekarang sudah 100 angka di stasiun ISPU,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi, Sabtu (21/9/2019).

Didi menyebutkan jika angka menunjukkan 100 berarti kualitas udara masih sedang. Angka tersebut mendekati tidak sehat.

”Kalau sudah 100 lebih kami akan bagikan masker kepada pengendara di beberapa titik,” ujarnya.

Saat ini persediaan masker N90 tersedia cukup banyak. Di gudang farmasi terdapat sedikitnya 100 ribu lebih. Masker itu siap dibagikan.

”Tak usah khawatir. Stok masih ada. Kemarin sudah 30 ribu lebih yang dibagikan,” sebutnya.

Perubahan kualitas udara ini diperkirakan masih terus berlanjut. Ia tidak bisa memperkirakan angka setiap harinya.

”Pagi dan sore saja berbeda. Namun kalau sudah masuk tidak sehat selama tiga hari berturut-turut anak sekolah akan diliburkan,” tambah dokter spesialis kandungan ini.

Didi tetap mengimbau warga menggunakan masker hingga kualitas udara kembali normal.

Juga meminta anak-anak tidak banyak berada di luar ruangan. Selain itu, warga diharapkan banyak minum air putih hingga konsumsi buah.

”Ini upaya pencegahan. Saya lihat sekarang pengendara sudah banyak yang gunakan masker. Berarti tingkat kesadaran mereka juga tinggi akan kesehatan,” ujarnya.(ali/yui)