batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi meresmikan pasar binaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruko Niagamas, Batam Center, Sabtu (21/9/2019). Ia memastikan harga bahan pokok di sana lebih murah dibanding pasar lainnya.

”Karena ini tempatnya gratis, sudah dipastikan harga­nya lebih murah dari pasar lain,” kata Rudi.

Rudi mengungkapkan, sebagai daerah yang bukan penghasil, harga komoditas tidak menentu, terutama mendekati hari-hari besar keagamaan.

”Nah, ini yang kami upayakan untuk mene­kan harga melalui pasar TPID ini. Selama ini kan sudah jalan cuma ini puncaknya,” sebutnya.

Selanjutnya, Pasar TPID akan dibuka di setiap kecamatan. Karena saat ini masing-masing kecamatan sudah memiliki pasar rakyat yang dibangun pemerintah.

”Nanti akan kami ajak lagi distri-butor untuk mendirikan Pasar TPID lainnya,” imbuh Rudi.

Rudi menekankan keunggulan pasar ini adalah harga lebih murah. Distributor yang sudah bergabung akan membantu pemerintah dalam menyiapkan kebutuhan masya­rakat­.

Pedagang sayur mayur Pasar TPID di Ruko Niagamas, Batam Center, menuliskan daftar harga dagangannya. Pemko Batam berencana membuka pasar TPID di setiap kecamatan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Nanti Disperindag akan bantu untuk mengawasi harga di sini,” ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam Gustian Riau mengatakan, harga di pasar TPID lebih transparan karena semua akan ditampilkan melalui videotron.

”Jadi, pedagang tidak bisa bermain harga,” kata dia.

Ia menyebutkan, harga di Pasar TPID akan menjadi acuan untuk pasar-pasar yang lainnya.

Pasar ini juga telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sesuai dengan aturan Kementerian Perdangan.

”Mudah-mudahan ini bisa membantu pengendalian harga komoditas ke depannya,” harap Gustian.

Sekretaris Dirjen Perlindu-ngan Konsumen dan Tertib Niaga, Chandrini, menga-takan, Pasar TPID bisa menjadi pasar dengan harga yang lebih murah dari pasar lainnya.

”Sebelumnya sudah ada di Jogja dan beberapa daerah lain. Tahun ini Batam,” jelasnya.

“Ini bukti komitmen pemerintah dengan distributor untuk menyediakan kebutuhan dengan harga distributor,” terangnya lagi.

Ia menambahkan, Pasar TPID sudah memenuhi beberapa kriteria sebagai pasar yang memenuhi SNI.

Hal ini telihat dari pemisahan pasar basah dengan kering.

”Kriterianya banyak. Salah satunya itu memiliki klinik kesehatan dan memiliki saluran pembuangan yang bagus,” ucapnya.

Sementara itu, jumlah komoditas yang dijual saat peresmian kemarin cukup banyak. Mulai dari beras, minyak goreng, buah hingga sayuran.(yui)