batampos.co.id – Sebagian besar pelaku UMKM di Batam kesulitan mengembangkan usahanya karena terkendala modal.
Masih banyak yang belum tahu mengakses permodalan di Perbankan dan bantuan permodalan dari pemerintah daerah.
Seorang pengusaha ayam penyet di Batuaji, Rianto mengaku ingin membuka usahanya di ruko.
Tetapi modal untuk menyewa ruko sangat mahal. Bahkan ia pernah berencana mau buka cabang, lagi-lagi masalah permodalan yang mengganjalnya.
”Kalau pelanggan lumayan ramai. Tapi belum bisa mengembangkan usaha. Modal kendalanya, mas. Mau pinjam ke bank tak tahu juga syaratnya,” katanya.
Menurut Rianto, banyak temannya yang akhirnya meminjam ke rentenir bermoduskan koperasi simpan pinjam. Bunganya tentunya sangat besar dan memberatkan pengusaha kecil.
”Kalau tak minjam bisa tak jalan usaha. Terpaksa kita harus pinjam dengan bunga yang tinggi. Ya keuntungan akan sangat tipis jadinya,” katanya.
Kepala Dinas UMKM Batam, Suleman Nababan, mengakui kalau banyak pelaku usaha kecil yang terbentur di permodalan.
Banyak yang ingin mengembangkan usaha tetapi tidak tahu harus mengambil atau meminjam modal dari mana.
”Selama ini memang seperti itu. Selalu yang menjadi masalah adalah permodalan. Dan kita berharap dengan adanya BLUD pelan pelan masalah itu akan teratasi,” katanya.

Mantan Kadis Kebersihan tersebut mengatakan, BLUD untuk UMKM sudah resmi beroperasi sejak beberapa hari lalu.
Sudah ada lima orang konsultan pendamping yang dipilih untuk membantu pelaku UMKM yang ada di Batam.
Suleman mengatakan, konsultan ini nantinya akan mendata UMKM dan kemudian akan melihat langsung masalah-masalah yang dihadapi di lapangan.
Kemudian akan mencoba mencari tahu cara menyelesaikan masalah tersebut.
”Biasanya sih masalah paling banyak adalah permodalan,” jelasnya.
“Di sini nanti konsultan itu akan membantu pelaku UMKM untuk konsultasi dan melakukan pendampingan akses permodalan baik perbankan dan sumber lainnya,” katanya lagi.
Menurut Suleman, pelaku usaha sendiri bisa langsung datang ke Gedung BLUD di Bengkong untuk berdiskusi dan berdialog dengan konsultan.
”Bentuk grup beberapa orang dan langsung ke sana saja. Bukan hanya masalah modal, bisa ditanya masalah lain juga,” katanya.
Gedung BLUD akan dijadikan juga sebagai tempat promosi dan pengembangan UMKM di Batam.
Bisa juga menjadi tempat sharing ilmu para pelaku usaha. Dan ini juga akan berfungsi untuk mendukung pariwisata di Batam.
Anggota DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba, juga mengakui bahwa selama ini pelaku UMKM selalu kesulitan masalah permodalan.
Bahkan ada beberapa orang yang tidak berani untuk mengajukan pinjaman ke bank.
”Memang saat ini banyak UKM yang terkedala di mo-dal. Ini yang harus diperhatikan pemerintah,” ujarnya.
“Dengan adanya tenaga pendampingan ini, makin tambah pengetahuan pelaku UMKM untuk akses permodalan,” katanya lagi.
Ia menambahkan, saat ini banyak juga pengusaha mik-ro yang tidak tahu bahwa pemko Batam juga memiliki program dana bergulir.
”Pemerintah juga harus menjelaskan ini. Kalau bisa target penyalu-ran harus tinggi. Tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.(yui)
