Rabu, 29 April 2026

Peserta Magang ke Jepang Tes Kesehatan

Berita Terkait

batampos.co.id – Sebanyak 30 peserta magang ke Jepang yang dilolos tes wawancara akan mengikuti tes kesehatan.

“Iya, itu tes lanjutan sebelum mereka menjalani pendidikan di Jakarta nanti,” kata Kepala
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti, Sabtu (21/9/2019).

Ia menyebutkan kalau lolos tes medikal, peserta magang ini akan diberikan pendidikan selama tiga bulan oleh Kementerian Tenaga Kerja sebelum diberangkatkan ke Jepang.

Peserta ini akan dikontrak untuk menjalani proses magang selama tiga tahun ke depan.

Rudi menjelaskan tes untuk magang ke Jepang cukup sulit, sehingga tidak banyak yang bisa lolos dan lanjut ke tahap pemberangkatan.

“Stamina sudah pastim karena kerja di situ kan disiplinnya tinggi. Makanya banyak yang gagal terutama fisik,” ujarnya.

Pekerja galangan kapal di Tanjunguncang, Batuaji. 30 peserta magang ke Jepang yang lolos tes wawancara akan akan mengikuti tes kesehatan sebelum diberangkatkan ke Jepang. Foto: Dalil Harahap/batampso.co.id

Batam menjadi satu-satunya kota yang diberikan kesempatan untuk membuka langsung proses seleksi magang ini. Berbeda dengan daerah lain yang diselenggarakan pihak provinsi.

“Mungkin karena angka pencari kerja di sini cukup tinggi. Sehingga kesempatan magang ke luar ini menjadi salah satu cara untuk menekan persaingan,” terang Rudi.

Menurutnya hingga September ini daya serap pencari kerja di beberapa perusahaan masih stagnan.

Rata-rata setiap tahun ada 11 ribu yang terserap dari 24 ribu pencari kerja yangterdaftar di kantor Disnaker Batam.

“Potensi ke luar negeri ini sangat baik jika dimanfaatkan, namun pencaker harus memenuhi beberapa syarat,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan lebih banyak lagi yang ikut seleksi magang ke Jepang ini. Batam sendiri lanjutnya sektor industri belum berkembang pasca banyaknya perusahaan yang menutup usahanya.

“Ini peluang, jadi dari pada mencari di sini tidak dapat lebih baik ke luar,” tutupnya.(yui)

Update