batampos.co.id – Tahun ini, SMKN 2 Batam menambah jurusan baru yakni, tata kecantikan kulit dan rambut.
Guna memperkenalkan dan menunjukkan eksistensi, pihaknya menggelar kegiatan workshop serta lomba tata rias dan busana di SMKN 2 Batam, Sabtu (21/9/2019).
“Kegiatan ini didukung HARPI (Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia) Melati DPD Kepri, PWI Kepri, serta Inez Cosmetics sebagai media partner,” kata Kepala SMKN 2 Batam, Nursya’bani.
Workshop dan lomba tersebut, lanjutnya, melibatkan guru di tingkat SD hingga SMA/SMK se-Batam.
Dengan jumlah peserta mencapai 44 guru beserta modelnya.
“Setelah mendapatkan ilmu dari workshop yang dipaparkan HARPI, peserta langsung mengikuti lomba tata rias dan busana, yang kemudian memperebutkan piala bergilir dari SMKN 2 Batam,” terang Nursya’bani.
Ia menyebutkan, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tahunan yang nantinya akan menjaring peserta lebih luas hingga se-Kepri.
“Harapan kami, dengan adanya kegiatan ini semakin mengasah kemampuan bakat guru dalam menata rias,” paparnya.
“Sehingga setiap kegiatan kesenian di sekolah tidak lagi sulit untuk merias siswa di sekolah,” ujarnya lagi.

Kata dia, begitu halnya dengan siswa sehingga semakin tahu bagaimana cara merias maupun pengenaan busana adat atau pengantin.
Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim, yang ikut membuka kegiatan tersebut mengaku, sangat mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan.
“Bahwa di badan PWI sendiri juga memiliki divisi pendidikan yang bertujuan untuk mendukung kegiatan-kegiatan serupa melalui pemberitaan (publikasi),” ujar Candra.
Selain itu, ia pun mengimbau agar para peserta agar kian cerdas dalam menyaring informasi (berita) yang belakangan kian mudah tersebar di berbagai media sosial.
Apalagi dengan hadirnya UU ITE, tidak sedikit masyarakat umum yang mudah terjerumus dalam hukum hanya karena ikut menyebarkan informasi yang salah.
“Untuk itu, perlu kita saring dulu sebelum ‘sharing‘. Jika informasi yang didapat itu meragukan atau belum dipastikan kebenarannya, alangkah lebih baik untuk tidak membagikan ke siapapun,” pesannya.
Sementara Praktisi Pendidikan yang juga Dosen Manajemen, Aida Nasution Ismeth, menambahkan agar kegiatan-kegiatan serupa dapat sering diadakan.
Agar bakat lain dari seorang profesi itu juga terus terasah dan bisa diberdayakan.
“Seperti sekarang, yang profesinya adalah guru tapi mereka juga bisa menyalurkan bakatnya di dunia tata rias melalui kegiatan ini.,” jelasnya.
“Hal itu sangat berdampak positif sekali, karena dari bakat-bakat itulah yang dapat berkembang hingga mengarah dalam peningkatan perekonomian daerah,” tutur Aida.(nji)
