batampos.co.id – Enam terdakwa yang membawa 155 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia menuju Batam dituntut penjara 6 tahun, denda Rp 20 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Mereka adalah S, Z, J, MY, SH dan Ja. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pangganti Rosmalina Sembiring menilai para terdakwa terbukti bersalah melanggar 120 Ayat (1) UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

”Setiap orang yang melakukan perbuatan bertujuan mencari keuntungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk diri sendiri maupun orang lain dengan membawa seseorang atau kelompok orang, baik secara terorganisasi maupun tidak terorganisasi,” ujar Rosmalina membacakan amar tuntutan di hadapan majelis hakim Jasael, Yona Lameroza dan Muhammad Chandra, Selasa (24/9/2019).

Para TKI Ilegal yang diamankan Polda Kepri. Foto: Istimewa

Atau, lanjutnya , memerintahkan orang lain untuk membawa seseorang atau kelompok orang, baik secara terorganisasi maupun tidak terorganisasi, yang tidak memiliki hak secara sah untuk memasuki Wilayah Indonesia atau keluar dari Wilayah Indonesia dan atau Wilayah Negara lain.

”Dimana orang tersebut tidak memiliki hak untuk memasuki Wilayah tersebut secarah sah baik dengan menggunakan dokumen sah maupun dengan dokumen palsu atau tanpa menggunakan dokumen perjalanan, baik melalui pemeriksaan imigrasi maupun tidak,” ujar Rosmalina lagi.

Menganggapi tuntutan itu, keenam terdakwa langsung meminta keringan hukuman. Alasannya mereka merupakan tulang punggung keluarga dan berjanji tidak mengulangi perbuatan tersebut.

”Saya menyesal yang mulia,” kata salah seorang terdakwa.

Sementara dalam dakwaannya, mereka ditangkap anggota Satreskrim Polresta Barelang pada Maret lalu.

Mereka mendapatkan informasi bahwa ada kapal yang membawa penumpang ilegal dari Malaysia menuju pelabuhan ilegal di Tanjung Sengkuang, Batuampar.(une)