batampos.co.id – Kualitas udara Batam masih berada di kategori sedang. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, Selasa (24/9/2019).
Menurutnya meskipun di daerah tetangga status sudah masuk berbahaya, ia berharap kondisi tersebut tidak terjadi di Batam karena asap kiriman dari daerah sumber.
“Sejauh ini masih sedang. Tapi belum tahu sore nanti karena selalu ada perubahan kualitas udara,” sebutnya.
Didi mengungkapkan imbauan untuk menggunakan masker dan kurangi urusan di luar rumah terutama untuk ibu hamil dan anak-anak masih terus berlanjut hingga status normal kembali.
“Cerah tapi status masih sedang. Mudah-mudahan hujan kembali turun jadi bisa mengusir asap ini,” imbuh Didi.

Ia menyebutkan hingga kini peningkatan kasus gangguan pernapasan sudah mulai terlihat hampir di seluruh puskesmas yang ada.
Peningkatan 50-100 persen sejak serbuan kabut asap menyelimuti kota Batam.
“Nanti kita lihat grafiknya awal bulan depan. Berapa jumlah pasien akibat gangguan kabut asap ini,” ucapnya.
Ratusan ribu masker N90 masih tersedia untuk dibagikan kepada masyarakat jika stasiun ISPU menunjukkan angka di atas 100.
“Persediaan masih cukup. Tetap gunakan masker bagi yang ingin ke luar rumah,” imbaunya.
Sementara itu, Humas Dumailine, Asmadi, mengatakan, pelayaran tetap berjalan normal.
Untuk daerah yang berdekatan dengan lokasi kebakaran lahan sejauh ini juga masih aman untuk dilalui.
“Kapten kapal hanya mengurangi kecepatan saja,” jelasnya.
Kondisi saat ini menurutnya lebih baik dari kebakaran lahan yang terjadi beberapa tahun lalu.
Akibatnya keberangkatan harus dihentikan karena kabut asap yang sangat tebal dan tidak aman bagi pelayaran.
“Tentu kita berharap asap segera pergi. Agar tidak ada kekhawatiran baik penumpang maupun operator kapal,” tutupnya.(yui)
