batampos.co.id – Hari keempat sejak diresmikan Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Komplek Niaga Mas Batamcenter masih sepi pembeli, Selasa (23/9/2019).

Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang yang berperan di pasar TPID lesu. Dari puluhan pedagang yang disediakan hanya beberapa pedagang yang aktif.

Itu pun rata-rata hanya diisi pedagang sayur mayur dan kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak, beras, tepung, gula serta oleh-oleh.

Sedangkan untuk pasar basah hanya tampak seorang pedagang yang berjualan dengan beberapa ekor ayam potong segar.

Wine salah satu warga sengaja datang ke pasar tersebut karena penasaran. Namun sesampainya di sana, ia kaget melihat pasar sepi tak ada pengunjung.

“Sepanjang pasar itu sepertinya hanya saya berkunjung. Tadinya penasaran karena infonya pasar ini murah, tahunya sepi banget,” ujar wanita berusia 30 tahun ini.

Menurutnya, pasar TPID jauh dari kata menarik. Sebab, masih banyak tenan yang kosong dari pedagang. Selain itu yang dijual oleh pedagang pun tak beragam dan banyak yang tidak ada.

Para pedagang di pasar TPID sedang menyusun barang datangannya. Beberapa pedagang mengeluhkan sepinya pembeli. Foto: Cecep Mulyana/batampso.co.id

Tenantnya masih banyak yang kosong. Kalaupun ada yang jual, jualannya tak beragam. Seperti jual sayur, hanya ada beberapa pilihan,” jelasnya lagi.

Masih kata Wine, harga yang ditawarkan oleh pedagang juga tak terlalu murah. Ia menilai harga di pasar Pagi Jodoh jauh lebih murah.

Di pasar pagi juga tersedia beragam pilihan, begitu juga pasar biasa di setiap kawasan, seperti pasar Tibancenter, Pasar Mitraraya dan lainnya.

“Kalau di pasar TPID ini alakadarnya saja. Kayaknya lebih baik belanja di pasar biasa atau pasar kaget, banyak pilihannya,” imbuh warga Tiban ini.

Sementara, Sofian Sinaga salah satu pedagang mengaku transaksi jual beli di pasar TPID lesu. Sejak diresmikan, ia bisa menghitung jumlah pembeli dagangannya.

“Sepi banget. Waktu diresmikan ramai, satelah itu sepi, pembeli bisa dihitung,” ungkap Sofian.

Menurut dia, waktu pertama dibuka, pihaknya menyediakan banyak stok komoditas jenis sayuran. Namun, karena sepi, beberapa stok yang disediakan busuk.

” Kemarin kios ini penuh, ternyata sepi pembeli. Banyak yang busuk, seperti kol. Saya di sini hanya jagain, dan ini milik PT, ” jelas Sofian.

Dikatakannya, harga yang ditawarkan di pasar TPID juga jauh dari harga yang di pasarkan di tempat lain. Dimana PT tempatnya bekerja juga memasarkan di pasar Pujabahari, Jodoh .

Tak hanya Sofian, sejumlah pedagang di pasar tersebut juga terlihat lesu. Banyak dari pedagang yang akhirnya tidur karena tak ada pembeli.(she)