batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polresta Barelang masih memburu sekelompok pelaku yang terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan korbannya, AD, seorang pria beristri tewas di daerah Kaveling Baru, Sagulung, Minggu (22/9/2019) lalu.
Polisi telah berhasil mengamankan seorang pelaku, dan kini fokus mengejar tiga pelaku lainnya yang masih buron.
Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, menjelaskan, kasus penganiayaan ini bukan permasalahan antara dua kelompok. Akan tetapi, kasus ini adalah masalah pribadi antara orang per orang.
”Jadi ada seseorang (korban) yang dituduh menyekap perempuan, dan kemudian diamankan oleh kelompok tertentu,” ujarnya.
Setelah diamankan oleh pihak dari perempuan, korban selanjutnya diinterogasi oleh beberapa orang pelaku.

Namun, karena alotnya interogasi dan tidak menemukan jawaban yang memuaskan, beberapa pelaku itu emosi hingga akhirnya dilakukan penganiayaan.
”Setelah dianiaya, ternyata korban pingsan. Pelaku kemudian membawa ke rumah sakit, ternyata korban dinyatakan sudah meninggal,” tuturnya.
Atas kejadian tersebut, selanjutnya keluarga korban membuat laporan ke Polresta Barelang untuk melaksanakan penindakan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sejauh ini, satu orang pelaku yang diduga ikut melakukan penganiayaan sudah diamankan oleh Satreskrim Polresta Barelang.
”Pelaku satu orang sudah kita amankan, tiga orang lagi sedang kita cari keberadaannya. Tim sekarang sedang mencari keberadaan pelaku lainnya,” katanya.
Kepada masyarakat Kota Batam, Prasetyo meminta untuk tidak mudah terpancing dengan isu provokasi bahwa ada pertikaian antara dua kelompok maupun suku.
Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat untuk mengecek terlebih dahulu informasi yang berhubungan dengan provokasi.
”Itu (isu pertikaian kelompok) sebetulnya tidak ada, namun hanya masalah pribadi antara orang per orang,” imbuhnya.(gie)
