batampos.co.id – Seorang pria di Kota Ambon, diamankan aparat kepolisian karena berlari sambil berteriak tsunami ketika terjadi gempa di kota tersebut dengan magnitudo 6,8 pagi tadi.

Warga itu diamankan di depan Hotel Manise, Kawasan Tanah Tinggi karena yang bersangkutan berteriak “tsunami” di antara ratusan warga dan petugas kepolisian yang menyelamatkan diri saat gempa terjadi.

Pelaku diamankan agar tidak membuat warga lainnya semakin panik. Guncangan gempa yang bertahan sekitar lima hingga tujuh detik ini membuat rumah seorang warga di Gang Grafes, RT 002/RW 03, Kelurahan Karangpanjang mengalami kerusakan.

Dinding rumah terlihat retak dan sebagian rontok, sementara pajangan foto di dinding jatuh dan berhamburan di lantai.

Ilustrasi

Warga yang sedang kendaraan roda dua maupun empat yang berada di dalam Kota Ambon buru-buru di arahkan menuju tempat yang tinggi dari permukaan laut seperti Karangpanjang, Kudamati, Benteng, Kebun cengkeh dan IAIN Ambon.

Ketua RT 002/RW03 di Kelurahan Karangpanjang Cumpry Maitimu mengatakan seluruh perabot di dalam rumahnya berantakan.

“Foto-foto di dinding berjatuhan,” ujar Cumpry

Hal serupa disampaikan Asweros Maalete, warga di lokasi yang sama, yang menjelaskan seluruh piring makannya hancur.

Warga lainnya, Novy Salmon mengatakan dinding di kamar dan kamar mandinya retak dan lansung roboh saat terjadi gempa bumi. Sementara plafon rumah warga lainnya runtuh karena goncangan yang kuat.(Antara/JPNN)