batampos.co.id – Jumlah Puskesmas di Batam masih 20 unit. Jumlah itu dinilai masih kurang. Rencananya, di 2020 Pemko Batam akan membangun satu puskesmas dan dilanjutkan pada 2021 juga dibangun satu puskesmas lagi.
“Kalau kita lihat anggarannya untuk bangun puskesmas sekitar Rp 7 miliar sampai Rp 8 miliar,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, Senin (23/9/2019).
“Dan memang yang kita lihat sekarang ini kemungkinan di tahun mendatang kita bangun di Tembesi,” paparnya lagi.
Didi mengatakan, lahan di Tembesi sudah ada dan tinggal membangun saja. Letaknya di lahan fasum salah satu perumahan di Tembesi yang padat penduduknya.
Untuk pembiyaannya, diupayakan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Tetapi untuk anggaran yang besar-besar akan kita upayakan dari DAK. Dan kita berharap ini selesai tahun depan,” tambahnya.
Menurut Didi, keberadaan puskesmas di sana sudah mendesak karena penduduknya sudah ramai dan belum ada puskesmas yang dekat.

Bahkan, di sekitar Sagulung dan Batuaji menurutnya masih butuh beberapa puskesmas meski yang terbaru yakni puskesmas di Tanjunguncang sudah beroperasi.
Selain itu, rencananya di 2021 mendatang, Pemko Batam juga akan merelokasi puskes-mas yang ada di Baloi Permai.
Relokasi ini dilakukan untuk peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Rencananya akan direlokasi ke lahan dekat sekolah SMP di sana,” jelasnya.
“Intinya semua dilakukan untuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Anggota DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho, mengaku mendukung pembangunan puskesmas di Batam.
Menurutnya, puskesmas harus dibangun di tempat yang ramai dan tidak terkesan asal membangun saja.
“Tetapi jangan hanya fokus ke jumlah saja. Harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
“Layanan harus terus ditingkatkan. Kualitas dan kuantitas obat di sana juga harus terjaga,” katanya lagi.
Ia mengatakan, saat ini puskesmas yang paling dibutuhkan adalah di daerah pinggiran yang padat penduduk.
Dimana di daerah-daerah perkotaan yang ramai penduduk sudah banyak klinik yang bisa membantu pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan.
“Harapan kita jangan sampai ada warga yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya.(ian)
