Sabtu, 25 April 2026

Pedagang Pasar Induk Ditertibkan

Berita Terkait

batampos.co.id – Tim Terpadu Kota Batam akhirnya memutuskan untuk menertibkan lapak pedagang di Pasar Induk Jodoh.

Pasar ini dikosongkan seiring rencana revitalisasi karena bangunannya sudah lapuk.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan, Kamis (26/9/2019) hari ini akan ada rapat pemantapan di Kantor Wali Kota Batam.

Dalam rapat tersebut akan menghadirkan sejumlah pimpinan atau perwakilan instansi yang tergabung dalam Tim Terpadu.

”Untuk (tahapan) penertiban sudah langsung mulai besok (hari ini), jamnya akan ditentukan di rapat,” ujarnya, Rabu (25/9/2019).

“Penertiban dilakukan hingga tanggal 28 September,” jelasnya lagi.

Ia mengatakan sebelumnya sudah berkomunikasi dan melakukan sosialisasi kepada para pedagang.

”Tak mungkin sosialisasi ulang. Semua tahapan sudah dilalui, SP 1 hingga SP 3, perintah bongkar dan pemberitahuan, secara langsung kami juga sudah minta mereka pindah,” paparnya.

Kios pedagang buah berdiri di depan Pasar Induk Jodoh, Rabu (25/9/2019). Hari ini, Tim Terpadu akan menertibkan para pedagang yang berjualan di sekitar pasar tersebut. Foto: Ratna Irtatik/Batam Pos

Untuk itu, ia mengimbau para pedagang dapat legowo menerima tahapan penataan kembali pasar induk ini.

”Saya sudah imbau pedagang pasar induk tolong sesuai limit waktu agar dapat segera mengosongkan lapak mereka. Tempat relokasi sudah kami siapkan,” ucapnya.

Menurut dia, setelah pasar tersebut dibangun kembali, para pedagang yang semula sudah didata akan kembali berjualan di pasar yang kelak akan dibangun lebih bagus.

”Kami data, ada 1.808 pedagang (termasuk PKL) dari tiga lokasi berbeda, yaitu dari pasar induk, Jodoh Boulevard dan sekitar Tos 3000,” katanya.

“Kalau nama sejak awal ada akan masuk, di luar yang kami data tidak ada penambahan,” terangnya lagi.

Disperindag memastikan, jumlah pedagang yang didata akan tertampung di pasar yang akan dibangun lima lantai ini.

Sementara itu, Ketua Tim Terpadu Kota Batam, Yusfa Hendri, menyebutkan, selain dari Pemko Batam, tim juga terdiri dari berbagai elemen.

Yakni polisi, tentara hingga personel Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam.

”Untuk jumlahnya belum ditetapkan,” ujarnya.

Belum lama ini, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, proyek revitalisasi Pasar Induk Jodoh baru bisa berjalan dengan catatan area pasar itu bebas dari pedagang dan aktivitas lain.

Namun, karena Pasar Induk Jodoh masih ditempati pedagang, akhirnya pemerintah pusat memprioritaskan pasar di Tanjungpinang yang direvitalisasi.

”Pusat prioritaskan Tanjungpinang karena kita belum clean and clear,” ucapnya.(iza)

Update