ILUSTRASI Teh hijau (Istimewa)

batampos.co.id – Teh hijau bisa mengembalikan tubuh dari resistensi (kebal) terhadap antibiotik.

Teh hijau kaya antioksidan dan flavonoid yang membantu meningkatkan kekebalan dan metabolisme tubuh. Penelitian menjelaskan minum teh hijau juga bisa membantu mencegah penyakit jantung

Dilansir dari NDTV, Kamis (26/9), menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh School of Veterinary Medicine di University of Surrey, teh hijau dapat membantu membangun respon tubuh terhadap obat-obatan antibiotik yang dikonsumsi untuk mengobati infeksi. Pseudomonas aeruginosa adalah patogen bakteri yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan aliran darah yang serius.

Bakteri ini membuat tubuh menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotik dari waktu ke waktu. Para peneliti mengklaim telah menemukan antioksidan alami yakni epigallocatechin (EGCG) dalam teh hijau yang dapat melawan dan membunuh bakteri yang kebal antibiotik.

Antioksidan dalam teh hijau memiliki kemampuan untuk mengembalikan aktivitas aztreonam, antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh P. aeruginosa. Temuan ini diterbitkan dalam Journal of Medical Microbiology.

Penulis Utama dan Senior di School of Veterinary Medicine di University of Surrey, dr. Jonathan Betts mengatakan resistensi antimikroba (AMR) adalah ancaman serius bagi kesehatan masyarakat global. Tanpa antibiotik yang efektif, keberhasilan perawatan medis akan terganggu.

Para peneliti melakukan beberapa tes vitro untuk menilai sinergi EGCG dan aztreonam dan bagaimana mereka bereaksi terhadap patogen bakteri baik secara terpisah dan dalam kombinasi.
Kepala Departemen Patologi dan Penyakit Menular di School of Veterinary Medicine di University of Surrey Profesor Roberto La Ragione, menyimpulkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendaftarkan Pseudomonas aeruginosa yang kebal antibiotik sebagai ancaman kritis terhadap kesehatan manusia.

“Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat berhasil menghilangkan ancaman tersebut dengan menggunakan produk alami (dalam teh hijau) dalam kombinasi dengan antibiotik yang sudah digunakan,” tuturnya. (jpg)