batampos.co.id – Pasar Induk Jodoh bakal dibangun pada 2020 mendatang. Hanya saja, pemerintah pusat meminta Pemko Batam menyegerakan pengosongan sehingga anggaran pembangunan dapat diturunkan.
“Pusat tak akan melakukan pembangunan jika lokasi tersebut masih ditempati,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau, usai rapat koordinasi Tim Terpadu, Kamis (26/9/2019).
“Kegiatan relokasi kan sudah ditunda sejak 2018, mau tak mau 2019 dikosongkan. Anggaran disiapkan lebih kurang 200 miliar,” paparnya.
Ditanya perihal anggaran kapan cair, ia mengatakan tergantung cepat atau tidaknya pengosongan pasar.
“Minimal kita sudah siap pengosongan, jadi tak ada lagi alasan mereka tidak kucurkan dana,” katanya.
Sementara itu, Tim Terpadu Kota Batam menggelar rapat koordinasi terkait penertiban lapak pedagang Pasar Induk Jodoh di Kantor Wali Kota Batam Kamis (26/9/2019).

“Hasil rapat tim, relokasi pedagang akan digelar tanggal 28 September (besok),” kata dia.
“Paginya, sekitar pukul 08.00 WIB, tim akan apel bersama di Pacific (Palace Hotel). Baru kemudian kegiatan relokasi dilaksanakan,” ungkapnya.
Ia mengatakan, tim telah memenuhi tahapan imbauan kepada pedagang. Bahkan, batas pengosongan sudah dikeluarkan sejak 12 September lalu, kemudian oleh Tim Terpadu diperpanjang hingga 26 September.
“Semua administrasi sudah kami lalui. Maka kami turun sama-sama tim tanggal 28 September nanti,” katanya.
Menurutnya, masih ada waktu sebelum 28 September agar pedagang memindahkan sendiri barang dagangannya ke tempat yang disiapkan pemerintah.
“Jangan pas waktunya penertiban, ribut-ribut soal tempat relokasi yang kami siapkan. Termasuk yang kos-kos dalam pasar itu kami minta pindah,” imbuhnya.
Ia menyebutkan, semua pedagang kaki lima dari tiga lokasi yakni Pasar Induk Jodoh, Jodoh Boulevard dan Pasar Tos 3000 yang telah didata dan mendaftar sebanyak 1.808 orang akan tertampung di pasar induk kelak jika pasar tersebut selesai dibangun.
Dalam hal ini, ia meminta tidak risau.
“Yang perlu kita lakukan sekarang adalah secepatnya kosongkan pasarnya agar pembangunan lebih cepat dilakukan,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Terpadu Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan, tim memang sejak awal menargetkan tanggal 28 akan ada relokasi, satu hari berselang dari batas pe-ngosongan 26 September.
“Kalau tidak ditertibkan sampai tanggal 26 ya tanggal 28 kami tertibkan,” imbuh Yusfa. (iza)
