batampos.co.id – PT TJK Power akan melakukan pemeliharaan major atau overhaul pembangkit PLTU Tanjungkasam selama 35 hari.

Pemeliharaan dimulai pada Sabtu (5/10/2019) mendatang dan diprediksi akan selesai pada November mendatang.

Pemelihaan major ini dilakukan setelah mundur sejak Juli lalu. Ini dilakukan untuk memelihara dan mendukung keandalan mesin PLTU.

”Saya cukup lega dengan dikeluarkannya izin pemeliharaan major dari Bright PLN Batam,” kata Direktur Pengembangan Bisnis dan Usaha PT TJK Power Ahmad Baihaqi Basyarah di Batam Center, Jumat (27/9/2019).

“Ini sebenarnya sudah beberapa kali mengalami penundaan. Seharusnya Juli lalu dimulai, tetapi karena mendukung PLN Batam, maka kami rela mengundurnya hingga Oktober mendatang,” kata dia lagi.

Ahmad mengatakan, pemeliharaan terhadap kedua pembangkit tidak akan dilakukan bersamaan.

Tetapi satu per satu, agar kekurangan listrik tidak terlalu besar.

PT TJK Power akan melakukan pemeliharaan major atau overhaul pembangkit PLTU Tanjungkasam selama 35 hari. Adanya pemeliharaan tersebut akan berimbas kepada pasokan listrik di Kota Batam berkurang. Foto: Haris/batampos.co.id

”Satu pembangkit selama 35 hari. Kalau sudah selesai, maka pemeliharaan pembangkit kedua kita lakukan di pertengahan November. Jadi, listrik tetap jalan meski berkurang,” tambahnya.

Menurutnya, pemeliharaan mesin ini harus dilakukan sesuai dengan kontrak dan kesepakatan dengan PLN Batam.

Sebaliknya, jika tidak dilakukan, justru akan berpotensi untuk mati total dengan perbaikan bisa memakan waktu hingga dua bulan dan akan memperburuk kelistrikan di Batam.

”Jadi, di kontrak memang harusnya sudah beberapa bulan lalu kita lakukan pemeliharaan tetapi tidak, kita rela mundur,” paparnya.

“Jadi, kali ini kita harus melakukannya karena memang untuk keandalan listrik di Batam,” katanya lagi.

Ia menjelaskan, bahwa PT TJK Power selama beroperasi sudah memasok listrik sekitar 85 persen setiap tahunnya.

Jumlah itu itu kata dia, sudah di atas target yang diberikan PLN Batam.

”Kami sangat andal. Kalau ada pemadaman oleh TJK itu karena pemeliharaan rutin. Kalau secara umum kinerja kami di atas harapan PLN Batam,” katanya.

Bahkan ia berharap, PLN Batam bisa menunjuk langsung untuk pembangunan dua mesin pembangkit lagi di sana.

Dimana, di sekitar PT TJK yang ada sekarang sudah ada lahan yang tersedia. Menurutnya, pengerjaan oleh PT TJK tidak membutuhkan waktu yang lama.

”Pertumbuhan industri dan properti di Batam memang harus di-support dengan pertumbuhan kelistrikan. Kami sudah siapkan segalanya. Lahan sudah ada, SDM juga ada. Kami siap 100 persen,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Batam Werton P mengatakan, listrik adalah kepentingan publik.

Menurutnya, pemeliharaan juga harus dilakukan untuk mencegah terjadinya hal yang lebih buruk.

”Sebenarnya, harus ada pembangkit baru. Jadi jika ada pemeliharaan seperti ini, maka tidak ada pemadaman,” jelasnya.

“Kita berharap semua pembangkit listrik yang kurang optimal di Batam dimaksimalkan kinerjanya. Ada beberapa seperti di Tanjunguncang yang masih belum maksimal,” katanya lagi.(ian)