Selasa, 21 April 2026

Ternyata Begini Kondisi Lapas dan Rutan di Kota Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam, Rumah Tahanan (Rutan) Batam, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), dan Lapas Perempuan semuanya overkapasitas.

Bahkan, jumlah penghuni baik narapidana atau tahanan jumlahnya dua kali lipat dari kapasitas lapas atau rutan. Dipastikan, semua napi dan tahanan akan berjejal-jejal di dalam penjara.

Kepala Lapas Barelang, Surianto, mengatakan, saat ini jumlah narapidana di Lapas mencapai 1.299 orang, sedangkan kapasitas hanya 545 orang.

Sebagian besar adalah narapidana kasus narkoba dan pencurian. Dimana, masa tahanan yang harus dijalani di sana kebanyakan di atas 2 tahun.

”Jadi, sudah lebih dari 100 persen. Dan memang sudah sempit-sempitan. Dan memang hampir di semua lapas dan rutan seperti itu,” kata Surianto di Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (26/9/2019) lalu.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Rutan Batam, Robinson Paranginangin. Ia menga-takan, jumlah tahanan dan narapidana di sana mencapai 861 orang sementara kapasitasnya hanya 250 orang.

Warga Binaan Rutan Batam saat mengikuti acara Pesta Rakyat menyemarakkan HUT ke-74 RI di Tembesi, Sagulung, Senin (20/8/2019). Saat ini, daya tampung di Rutan Batam mengalami overkapasitas. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Sebagian besar adalah tahanan yang kasusnya masih bergulir di pengadilan. Ada juga yang sudah vonis tetapi biasanya yang hukumannya di bawah dua tahun penjara.

”Yang sudah vonis ada tetap di rutan, tetapi itu yang vonis rendah. Kalau semua nanti di lapas maka lapas itu tak akan muat,” katanya.

Berbagai kegiatan dilakukan pihak Rutan Batam untuk membuat tahanan dan napi tidak bosan selama di penjara.

Termasuk kegiatan keagamaan untuk meningkatkan keimanan semua penghuni rutan dengan harapan tak kembali lagi ke tempat tersebut untuk kedua kalinya.

”Harapan kita jangan lagi sampai dua kali masuk ke sini. Sekali masuk dan bertobat,” katanya.

Kepala Lapas Perempuan, Mulyani, mengatakan, jumlah penghuni Lapas Perempuan Batam juga sudah overkapasitas.

Dimana kebanyakan adalah perempuan yang terlibat kasus narkoba. Ada juga kasus trafficking dan penipuan.

”Kita memang sudah over-kapasitas. Kita memberikan sejumlah kegiatan keterampilan kepada warga binaan ada yang membuat kue, membuat tanjak dan sebagainya,” kata-nya.

Demikian halnya di LPKA anak, juga sudah overkapasitas. Sebagian besar anak yang dibina adalah yang terlibat dalam narkoba. Kemudian ada kasus pencurian.

”Jadi setiap bulan kita upaya-kan ada kegiatan untuk membina mental. Dan akan terus kita bina nanti dengan harapan tak kembali lagi,” kata Ketua LPKA Batam Novriadi.(ian)

Update