Pakar kecantikan dr. Dhini Indah Nugriaty, B.Med.Sc, SpKK menjelaskan banyak kosmetik yang mengklaim produknya halal, tapi belum memiliki sertifikasi halal.

Berikut tips dari dr Dhini bagaimana cara memilih produk kosmetik yang aman:

1. Lolos Uji BPOM
BPOM tidak mengeluarkan satu izin untuk semua produk. Jadi, harus cek dan ricek kembali apakah semua produk sudah ada tambahan nomor seri BPOM-nya masing-masing. Jangan sampai membeli serangkaian perawatan skin care ternyata salah satu jenisnya belum lolos uji BPOM.

2. Klinik Kecantikan Terpercaya
Produk yang dikeluarkan oleh klinik kecantikan terpercaya umumnya terjamin keamanannya. Dokter akan menyarankan produk sesuai dengan kebutuhan kulit kita. Maka dari itu, sebelum membeli disarankan berkonsultasi kepada dokter yang praktik di klinik tersebut.

3. Tempat Produksi
Sebagai konsumen, kita harus jeli menelusuri dari mana produk berasal. Perusahaan kosmetik yang benar dan resmi sudah pasti akan mencantumkan nama dan alamat pabrik tempat mereka memproduksi. Sehingga produk-produk tersebut bukan rekayasa.

Ilustrasi kosmetik (Istimewa): jpg

4. Nama Dokter Tidak Disembunyikan
Untuk produk-produk yang merupakan racikan dokter, sudah pasti harus mencantumkan nama dan gelar dokternya. Biasanya tertera pula informasi tambahan lokasi klinik atau tempat praktek dokter tersebut.

Selain itu, di era sekarang kalian pun dapat menelusuri berbagai review para beauty vlogger atau dokter-dokter yang ada di media sosial. Mereka banyak mengedukasi masyarakat terutama perihal cara membedakan krim yang aman dan tidak. Bahkan mereka tidak segan-segan menyebut beberapa krim di pasaran yang yang patut diwaspadai.

5. Sertifikasi Aman
Dari beberapa video beauty vlogger banyak yang membandingkan konsentrat skin care yang benar dan abal-abal. Abal-abal bagi mereka adalah tidak bersertifikasi halal, tidak memiliki BPOM tapi sudah berani beredar di pasaran dengan meng-klaim produk adalah keluaran dokter spesialis.

Salah satu perbedaan antara krim yang aman dan abal-abal adalah dari warnanya ketika diaduk. krim kosmetik yang sudah disertifikasi dengan BPOM akan berubah konsistensinya menjadi lebih cerah berwarna oranye di akhir proses. Sementara krim-krim abal-abal tetap saja berwarna gelap, pekat dan susah diaduk akibat konsistensinya yang mengandung unsur-unsur berbahaya seperti merkuri atau hidroquinon.

6. Cium dan Rasakan Teksturnya
Sebagai pengguna skin care kita harus ekstra hati-hati mempercayakan diri kepada produk kecantikan. Pembelian yang disediakan jika hanya via onlineshop saja, itu tidak cukup. Ada banyak jenis perawatan yang membutuhkan bimbingan dokter spesialis. Salah satunya dengan mencium dan merasakan teksturnya.