Sabtu, 11 April 2026

Menjawab Tantangan di Era Digital, JNE Penuhi Kebutuhan Gaya Hidup Kaum Milenial

Berita Terkait

Bisnis e-commerce terus tumbuh pesat di Indonesia seiring dengan perubahan gaya hidup kaum milenial yang menggandrungi transaksi serba online. PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) sebagai raksasa perusahaan logistik dalam negeri melihat hal ini sebagai tantangan sekaligus peluang. Berbagai inovasi dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut.

SUPARMAN, Batam

Yashinta sedang harap-harap cemas. Berulang kali ia mengetuk-ngetuk gawainya, Rabu (11/09/2019) siang. Melalui aplikasi MyJNE, ibu satu anak ini mengintip status kiriman paketnya. Yakni sepasang baju anak yang ia beli di salah satu situs belanja online.

Siang itu merupakan kali kedua Yashinta mengecek status kiriman paketnya. Kali ini statusnya dalam pengantaran. Artinya, hari itu juga ia akan segera menerima paket tersebut.

Wanita yang karib disapa Sinta ini bukan mengkhawatirkan kondisi paketnya rusak, atau pengiriman yang terlambat. Sebab berdasarkan pengalamannya menggunakan jasa JNE selama ini, pengiriman paket selalu tepat waktu. Kondisi barang juga selalu baik-baik saja.

Suasana transaksi pelanggan di kantor JNE Batam, belum lama ini. F ist

“Saya cuma penasaran, seperti apa barang aslinya. Karena di foto bagus banget, makanya saya beli,” kata Sinta.

Ibu satu anak ini mengaku belanja online sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini. Tak terkecuali dirinya. Selain lebih simple dan mudah, menurut dia berbelanja online juga lebih untuk karena harga produk-produk yang dijual jauh lebih murah dibandingkan produk yang sama yang dijual di toko.

“Kadang bisa dapat setengah harga. Kadang lebih murah lagi,” katanya.

Itulah sebabnya, sejak dua tahun terakhir ia lebih sering belanja online ketimbang belanja di mal atau toko. Terlebih setelah memiliki anak, Sinta makin sering belanja online untuk kebutuhan putra semata wayangnya, Andaru. Mulai dari baju, sepatu, hingga mainan.

“Bukan cuma untuk anak. Untuk kebutuhan saya sendiri juga sering saya beli lewat online. Bahkan kemarin beli Bolu Meranti via online,” kata Sinta.

Beruntung, tren belanja online saat ini didukung oleh industri logistik yang juga terus ikut tumbuh. Sehingga urusan pengiriman paket atau produk e-commerce semakin mudah.

Namun soal pilihan jasa pengiriman barang, Sinta mengaku mempercayakannya kepada PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Selain tepat waktu, handling paket selama pengiriman oleh JNE cukup baik. Sehingga kondisi paket tidak rusak.

“Kadang toko online menawarkan pilihan, barangnya mau dikirim pakai apa. Kalau ada pilihan seperti itu, saya pasti pilih JNE,” kata Sinta.

Lain Sinta, lain pula cerita Puji Lestari. Karyawan sebuah toko tas impor di bilangan Mega Legenda, Batam Center, ini juga sedang menunggu kurir JNE, Jumat 27/09/2019) siang. Namun ia menunggu kurir untuk mengambil paket yang hendak ia kirim ke sejumlah pembeli di berbagai daerah di Indonesia.

Sambil menunggu, Puji terus melanjutkan pekerjaannya membungkus paket pesanan pelanggan. Sesekali ia melirik ke ponselnya dan menjawab pertanyaan calon pembeli.

“Hari ini lumayan banyak yang mau dikirim, sebagian besar dikirim via JNE. Siang ini akan diambil,” kata Puji.

Puji mengaku sudah lama menggunakan jasa penjemputan paket dari JNE ini. Nama layanan ini JNE Pick-Up Point atau JNE PIPO. Menurut dia, layanan ini sangat membantu para penjual online karena mereka tak perlu repot mendatangi agen JNE untuk mengirim paket pesanan konsumen.

Apalagi, belakangan ini tren belanja online terus meningkat. Sehingga kesibukan para penjual online juga terus naik.

“Kalau harus keluar ke agen logistik lagi, tentu kami semakin repot,” katanya.

Branch Manager JNE Cabang Batam, Armi Murico Hamza, membenarkan JNE PIPO merupakan bagian dari layanan alternatif pelanggan dalam proses pengiriman barang. Melalui layanan ini, pelanggan cukup menghubungi agen JNE terdekat agar paket yang akan dikirim dijemput petugas dari JNE.

Armi mengakui, saat ini e-commerce sudah menjadi gaya hidup kebanyakan masyarakat. Banyak orang yang sudah terjun ke dunia e-commerce.

Tren belanja online ini otomatis berdampak pada peningkatan jumlah pengiriman barang melalui JNE. Khusus untuk wilayah Batam, peningkatan jumlah paket kiriman rata-rata naik 30 persen dalam beberapa tahun terakhir.

“Tren perubahan sosial masyarakat ini menjadi peluang bagi JNE untuk penjualan,” kata Armi kepada Batam Pos, Sabtu (28/09/2019).

Selain menjadi peluang, tren e-commerce ini juga menjadi tantangan bagi JNE untuk menyediakan layanan sesuai dengan ekspektasi pelanggan. Apalagi saat ini terus bermunculan industri logistik baru di Indonesia. JNE dituntut terus berinovasi dan memperbaiki kualitas pelayanan agar bisa menjaga kepercayaan pelanggan.

Armi menyebut, beberapa pelayanan JNE yang terus ditingkatkan saat ini adalah kecepatan layanan untuk jenis kiriman peka waktu, kebutuhan layanan kiriman intracity (dalam kota Batam) atau intercity sesama Batam denga basis waktu jam, layanan jaminan keterlambatan, dan jaminan kerusakan.

“Bahkan kami memberikan jaminan kebasian untuk kiriman paket produk makanan,” kata Armi.

Inovasi Digital JNE

Tak hanya terus memperbaiki layanan utama, JNE saat ini juga berinovasi untuk menyesuaikan kebutuhan digital. Sehingga layanan JNE selaras dengan kebutuhan dan gaya hidup pelanggan, khususnya kaum milenial, yang semakin lekat dengan kehidupan serba digital.

Dalam hal pembayaran biaya pengiriman paket, misalnya, JNE kini sudah bekerja sama dengan sejumlah penyelenggara financial technology (FinTech) seperti Ovo dan GoPay. Layanan ini mempermudah pelanggan dalam melakukan transaksi pembayaran biaya pengiriman barang.

“Kami juga menghadirkan fasilitas cashless dengan berbagai marketplace,” kata Branch Manager JNE Cabang Batam, Armi Murico Hamza, Sabtu (28/09/2019).

Kemudian, JNE juga menghadirkan layanan MyCOD (Cash On Digital). Ini merupakan layanan JNE untuk para seller datau pemilik toko online. Melalui fasilitas ini, JNE akan berperan sebagai mediasi untuk pembayaran dan langsung mengirimkan barangnya.

“Para seller cukup memantau laporan pengiriman melalui aplikasi MyJNE,” kata Armi.

Selain itu, JNE juga memiliki fitur percepatan dan kontrol kiriman degan mobil device, percepatan dan automatisasi proses melalui Mega Hub Automation Center di Jakarta, hingga peningkatan IT dengan sistem terbaru seperti The Core dan lain sebagainya.

Melalui layanan digital, JNE juga menawarkan beragam kemudahan bagi pelanggannya. Mulai dari kontrol status kiriman paket, cek tarif kiriman, mencari tahu agen JNE terdekat, dan masih banyak lagi. Semua urusan itu bisa didapat hanya dengan satu klik melalui aplikasi MyJNE.

Sementara untuk para seller dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), JNE berencana menerapkan sistem e-fullfillment. Sistem ini untuk memenuhi kebutuhan warehouse management system bagi para seller dan pelaku UMKM.

“Kami juga menyediakan layanan notification by SMS setiap kiriman kepada pelanggan,” kata Armi.

Menguasai Pasar

Dengan kualitas pelayanan yang terus ditingkatkan JNE sampai saat ini masih berhasil menguasai pasar logistik di Indonesia, khususnya di Batam. Hal ini terlihat dari tingginya jumlah paket yang dikirim melalui JNE, baik yang keluar maupun yang masuk ke Batam.

Di terminal kargo Bandara Hang Nadim, Batam, misalnya, setiap hari ada sekitar 30 ton paket yang dikirim keluar Batam. Dari jumlah itu, kebanyakan merupakan paket yang dikirim dengan menggunakan jasa JNE.

“Saat ini ada 20-an perusahaan ekspedisi yang melayani pengiriman barang melalui terminal kargo Hang Nadim. JNE yang terbesar,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Bandara Hang Nadim Batam, Suwarso, Senin (30/09/2019).

Dari 30 ton barang kiriman tersebut, kata Suwarso, umumnya merupakan produk-produk e-commerce. Seperti sepatu, tas, baju, dan lainnya.

Menurut dia, jumlah pengiriman produk e-commerce melalui bandara terus meningkat dalam dua-tiga tahun terakhir. Hal ini dikarenakan adanya perubahan gaya hidup masyarakat, khususnya kaum milenial, yang mulai meninggalkan model belanja konvensional dan beralih ke sistem belanja online.

Sementara Branch Manager JNE Cabang Batam, Armi Murico Hamza, mengatakan selain terus meningkatkan mutu pelayanan serta melakukan inovasi digital untuk memudahkan pelanggan, JNE juga terus berusaha mendekatkan diri kepada masyarakat. Sehingga pelanggan semakin mudah dalam mengakses layanan JNE.

Di antara satrategi mendekatkan diri dengan pelanggan itu adalah dengan membuka sebanyak-banyaknya agen di tengah masyarakat. Di Batam, saat ini sudah ada 83 agen JNE yang tersebar di seluruh wilayah Batam.

“Kami juga melayani pengiriman hingga ke pelosok Batam,” kata Armi. (*)

Update