batampos.co.id – Terkait kerusuhan yang terjadi Senin (23/9/2019) lalu, Polres Jayawijaya menetapkan 7 orang tersangka.
Saat ini, pihak kepolisian masih memburu pelaku lainnya yang diduga sebagai aktor yang mengendalikan massa.
“Untuk 7 orang yang kita amankan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami juga masih mencari oknum-oknum yang mengendalikan aksi massa. Karena ada beberapa bukti yang telah kami temukan,” jelas Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya.
Dalam bukti video yang didapat, Tonny Ananda mengklaim ada keterlibatan kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
Menurutnya, oknum ini yang mengimbau massa untuk membawa gergaji mesin dan ada yang membawa pengeras suara.
Bahkan, kata dia, ada penggerak yang memerintahkan masa untuk membakar kampus STISIP Yapis Amal Ilmiah.

“Kami memiliki bukti yang menunjukan ada keterlibatan kelompok KNPB yang menunggangi aksi tersebut. Buktinya dalam bentuk video yang kami akan kembangkan dan mencari para pelaku ini,” tegasnya.
Sementara itu, pasca kerusuhan yang menewaskan 33 warga sipil, kepolisian memastikan situasi di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Papua, mulai kondusif.
Pihak TNI-Polri pun siap untuk mengamankan warga. Sehingga, warga diminta untuk kembali memulai aktivitasnya seperti biasa.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya, mengatakan, sebagian pedagang mulai beraktivitas seperti biasa.
Untuk menjamin keamanan warga, personel keamanan ditempatkan di berbagai pelosok yang ada di Wamena.
“Aktivitas masyarakat berjalan sebagaimana biasanya,” ungkap Kapolres Tonny Ananda seperti dikutip Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group), Minggu (29/9/2019).(jpg)
