batampos.co.id – Badan Jalan Gajah Mada yang longsor di dekat Jembatan Seiladi akan segera diperbaiki. Hal itu untuk mencegah kerusakan yang lebih parah jika dibiarkan berlarut-larut.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, jalan tersebut akan diperbaiki untuk sementara waktu.
Itu dilakukan sembari menunggu anggaran yang memang disiapkan untuk perbaikan permanen jalan tersebut turun.
”Dua hari lagi akan diperbaiki sementara. Kalau tiga minggu perubahan anggaran selesai, maka langsung dikerjakan yang permanen, maka untuk menunggu yang belum pasti ini, kita buat (perbaikan) yang sementara,” ucap Rudi, Minggu (29/9/2019).
Rudi juga meminta agar jalan tersebut sudah harus selesai di awal tahun 2020 mendatang.
”Harus selesai di waktu itu, jika anggaran tak ada juga, saya akan carikan solusinya,” katanya.
Pria yang juga Wali Kota Batam ini mengatakan, belum lama ini dirinya mengajak pegawai dari unsur Pemko Batam dan unsur BP Batam juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk meninjau langsung kondisi jalan tersebut dan meminta untuk segera diatasi.

”Agar tidak ada rasa takut kalau kita lewat. Meskipun dijamin tak runtuh, perasaan tak bisa dijamin dengan kata, orang tak yakin itu, saya sendiri was-was,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam, Yumasnur, mengatakan, sepulang dari pantauan bersama Wali Kota, Kemen PUPR serta BP Batam Sabtu (28/9), langkah yang diambil yakni akan menimbun bagian yang longsor di tepi jalan.
”Untuk yang permanen akan kami lanjutkan nanti, sekarang kami akan timbun dulu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Sarana dan Prasarana BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan perbedaan ketinggian air mempengaruhi kestabilan kontur tanah di sekitar bahu jalan setelah jembatan Seiladi yang mengalami kerusakan.
”Ada perbedaan tinggi rendah air di waduk Seiladi. Sehingga, tanahnya mengembang dan menyusut. Saat menyusut biasanya diikuti proses penurunan level tanah,” kata Andiantono, Rabu (31/7) lalu.
Proses penurunan level tanah semakin parah saat musim kemarau. Apalagi tidak ada pengaman yang memperkuat kestabilan bahu jalan yang rusak tersebut.
Untuk memperkuat tanah di sekitar bahu jalan, maka di sekitar jalan itu akan ditimbun kemudian dipasang sheet pile.
Sheet pile yakni dinding vertikal relatif tipis yang berfungsi untuk membendung tanah dan masuknya air ke dalam lubang galian.
Sheet pile juga merupakan dinding penahan tanah yang diperlukan untuk memperkuat bahu jalan.
Sedangkan Kepala Satker PJN 1 Kepri dari Kementerian PUPR, Endry Z Jamal mengatakan anggaran perbaikan jalan tersebut mencapai Rp 14 miliar.
Alokasi dana memang sudah dihitung dari prakiraan awal. Dan dananya nanti diambil dari sisa lelang.
”Saat ini kami tengah lagi menunggu persetujuan dari Kementerian PUPR,” katanya.(iza/leo)
