batampos.co.id – Aksi unjuk rasa mahasiswa terhadap RUU KUHP dan Revisi UU KPK mulai ramai digelar di beberapa daerah, tidak terkecuali di Kota Batam.
Tidak hanya mahasiswa, pergerakan juga muncul dari setiap elemen masyarakat. Seperti yang terjadi pada, Sabtu (29/8/2019), di Pasir Putih Carnival Market Batam Centre.
Lebih dari 20 band lokal menghibur ratusan penonton sambil berorasi menyuarakan penolakan yang sama.
Mereka menandatangani petisi berisi desakan agar DPR meninjau kembali isi pasal Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) karena dinilai memiliki sejumlah kecacatan.
“RKUHP ini mendapat tentangan dari berbagai elemen masyarakat karena banyaknya catatan buruk yang mencederai hak asasi manusia,” kata Nuril Amrullah panitia acara Melodic Corner ke 16 saat ditemui di sela–sela acara.
Amrullah mengatakan, petisi ini akan mereka kirimkan langsung ke Jakarta sebagai sebuah bentuk dukungan moral dari masyarakat Batam atas aksi unjuk rasa yang sedang terjadi di DPR RI.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Raynul Fikri, mengatakan, Acara Melodic Corner yang ke-16 ini, sengaja meraka lakukan sebagai ajang reuni dan silaturahmi sesama band-band lokal Batam.
“Melodic corner ‘One Decade’ adalah acara lokal musik tahunan, setiap tahunnya selalu kami adakan, namun pada 2 tahun terakhir ini tidak kami lakukan karena faktor kesibukan masing-masing,” kata Fikri.
Fikri menceritakan, one decade merupakan acara rutin tahunan yang dimulai sejak 2009 lalu dan diawali dari garasi rumah. Saat itu kata dia, ada 6 band Batam yang tampil.
Acara yang dibuat oleh ‘Batam Melodi Rawk In Punk’ ini dimulai pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Selain menolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK, tuntutan yang mereka suarakan jauh lebih panjang.
Seperti, hentikan kekerasan di Papua, hentikan kriminalisasi aktivis juga stop kekerasan terhadap jurnalis dan pidanakan korporasi pembakar hutan.
Sementara itu, suasana di panggung semakin hangat. Band Raja Kapor mengajak semua penonton untuk bergandengan.
“Aku minta semuanya bergandengan, tunjukkan kalau kita peduli atas apa yang sedang terjadi di Indonesia,” kata Drummer Raja Kapor, Andi Okta dari atas panggung.
“Koruptor pembakar lahan, pelaku kekerasan terhadap aktivis dan jurnalis adalah musuh kita dan mari suarakan bersama-sama,” kata dia lagi.
Selain musik acara tersebut juga diisi dengan body painting, official music dari The Majors Batam, official merchandise kaset dan cd, makanan, juga cloting.(iwa)
