
batampos.co.id – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan berkunjung empat bulan kedepan (Januari) ke Batam.
Sebelum kehadiran Jokowi nanti, pelabuhan Batuampar akan ditata dan dibenahi. Dimana, nantinya pelabuhan Batuampar juga akan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).
Wali Kota Batam, yang juga ex officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, HM Rudi, Selasa (1/10/2019) di Batam mengatakan Pelabuhan Batuampar diakui, akan menjadi prioritas pembangunan kedepan.
Sehingga, selesai dibenahi, Presiden menjanjikan untuk datang ke Batam, melihat pembangunan di Batam, pasca disetujui ex officio.
“Perintah Presiden langsung dan Menko kemarin, bahwa pelabuhan laut menjadi prioritas. Beliau menyampaikan, empat bulan kedepan, dan ini harus ada perubahan. Supaya empat bulan kedepan, bapak Presiden dan Menko datang, ini ada perubahan. Ini Batuampar,” beber Rudi.
Diharapkan kerjasama semua pihak untuk membantu mendorong pembangunan pelabuhan Batuampar.
“Dan ini tidak bisa kerja sendiri. Maka dalam waktu dekat, saya akan undang Forkopinda dan saya akan menghadap ke provinsi juga, agar permasalahan ini bisa kita dudukkan segera,” harapnya.
Saat ini, Pelabuhan Batuampar sendiri menjadi salah satu lokasi yang diusulkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK).
Pelabuhan Batuampar diusulkan mantan Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi sebagai KEK hub logistik internasional.
Selain itu, ada juga KEK medical services di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dan KEK financial district.
Untuk KEK financial district tidak disebutkan secara khusus. Namun bidang usaha didalamnya, ada off shore banking.
“Selain itu ada crypto banking, asuransi, pembiayaan investasi, bursa komoditas, bursa efek berikut turunanya serta lembaga keuangan penunjang hybrid financial,” jelas Edy.
Untuk KEK ini, disiapkan jasa penunjang. Seperti perumahan, pusat kesehatan dan sekolah, lembaga abritrase dan lembaga pemberdayaan hukum. Di KEK financial district ini, dilakukan pengembangan sektor finansial melalui keterbukaan usaha dan tanpa batas teritorial antar negara.
“Biro konsultasi hukum juga disitu disiapkan berikut pelayanan terpadu satu pintu,” jelasnya.
Untuk KEK medical service (kesehatan), disiapkan pelayanan nursing home, oncology centre, stroke centre, cardiology center, stem cell, renal center, cosmetic surgery dan home care facilities. Disini disiapkan fasilitas kesehatan standar internasional berbiaya murah. Selain itu, kerjasama dengan organisasi kesehatan internasional, dibidang Litbang.
Disebutkan, KEK kesehatan diusulkan untuk investor yang memberikan pelayanan medis. Khususnya yang spesifik dengan keahlian dan peralatan khusus.
“Investor asing harus bekerjasama dengan kalangan profesi medis lokal, serta institusi medis lokal. Sehingga tercapai kesepakatan yang saling menguntungkan,” harap Edy. ()
