batampos.co.id – Walikota Batam, Rudi yang kini menjabat sebagai ex-officio Kepala BP Batam meminta kepada pegawai BP Batam dan Pemko agar bersatu untuk membangun Batam menjadi kota yang lebih baik kedepannya.
“Sekarang anak saya ada dua yang harus dijaga, yakni di BP dan Pemko. Mari hari ini kita akhiri isu-isu negatif. Saya hanya minta semua, ayo sama-sama bekerja. Karena Batam ini adalah emas, ayo kita mulai,” katanya saat memberi kata sambutan saat acara serah terima jabatan (sertijab) Kepala BP Batam di Lantai 3 Gedung Balairungsari, BP Batam, Rabu (2/10/2019) sore.
Rudi menegaskan bahwa pegawai BP Batam jangan pernah percaya dengan isu-isu negatif yang beredar sebelum penetapan ex-officio ini. Misalnya isu mengenai pemindahan atau mutasi pegawai BP Batam.
“Isu yang beredar bahwa nanti semua akan dipindahkan. Lalu nanti kalau dipindahkan nanti siapa yang bekerja. Isu tak masuk akal. Saya berharap seluruh pegawai agar jangan berpikir yang macam-macam. Kalau ada dengar isu, silahkan hubungi saya,” katanya lagi.
Kekompakan BP dan Pemko sangat penting karena Rudi sudah berjanji kepada Presiden Jokowi bahwa dalam waktu empat bulan akan ada perubahan besar di Batam.
“Empat bulan lagi Presiden Jokowi datang, maka harus ada perubahan besar di Batam,” paparnya.
Perubahan besar itu dapat diwujudkan lewat penetapan dua kawasan ekonomi khusus (KEK) di Batam, yakni di Nongsa Digital Park dan juga di Bandara Hang Nadim.
“Targetnya dalam satu bulan, dua KEK sudah selesai. Kami (dengan deputi,red) sudah sepakat akan jalankan karena kita punya target untuk mensejahterakan masyarakat dan pegawai,” jelasnya.
Adapun rencana pertama Rudi yakni melaksanakan tugas dari Dewan Kawasan yakni menyusun struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) BP Batam yang baru.
Perubahan SOTK sudah dimulai dari penambahan jabatan Wakil Kepala BP Batam dan perampingan deputi dari lima menjadi empat.
“SOTK baru ini akan diselesaikan dalam dua minggu. Tujuannya adalah agar penggunaan anggaran berjalan dengan lancar. Maka setelah selesai semuanya, akan saya lantik kembali,” paparnya.
Rudi juga menyatakan bahwa ia tidak alergi kritik dan tidak akan menjaga jarak dari anggotanya. Dalam sistem kerjanya nanti, ia akan memanggli orang yang menangani persoalan untuk mencari solusinya, baru kemudian ia memanggil direkturnya. Tujuannya adalah untuk memangkas birokrasi sehingga pekerjaan tepat sasaran.
“Mulai hari ini kami adalah keluarga bapak ibu sekalian. Mohon diterima jadi keluarga BP Batam. Mudah-mudahan investasi bisa meningkat seperti di zaman Pak Ismeth. Makanya kita butuh untuk meningkatkan etos kerja,” tegasnya.(leo)
