Suasana pencarian.

batampos.co.id – Tujuh warga Singapura terjebak pada kebakaran yang terjadi di n hutan Gunung Raung, Jawa Timur.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan terjadi kebakaran hebat pada Jumat (4/10) pukul 18.00 WIB.

Selain mereke ber 7 ada 6 pendaki lain yang terjebak. Demikian catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pendaki yang terjebak ialah:

  1. Pak Widi (Lk) wiraswasta, almt Kalibaru, Kab.Banyuwangi
  2. Sam almt Kalibaru(Lk) wiraswasta, Kab.Banyuwangi
  3. Sinyo gimbal (Lk) wiraswasta,almt Kalibaru, Kab.Banyuwangi
  4. Pak Putri (Lk) wiraswasta, almt Kalibaru, Kab.Banyuwangi
  5. Lutfi Sofian (23/Lk) mahasiswa,almt Wirowongso, Kec.Ajung, Kab.Jember
  6. Felisianus Jeremy (35/Lk) karyawan swasta, almt Pegangsaan Dua, Kec.Kelapa Gading, Jakarta Utara
  7. Ng Hui-Lin (23/Pr) WN Singapura
  8. Kom Jun Wei (25/Lk) WN Singapura
  9. Shervon Ong (24/Pr) WN Singapura
  10. Teo Yi Xian (24/Lk) WN Singapurae
  11. Pang Jia Hui (25/Lk) WN Singapura
  12. Beh Ing Tsyr (23/Pr) WN Singapura
  13. Chua Ying Jie (27/Lk) WN Singapura

Tim SAR Gabungan dari BPBD Kab. Banyuwangi, BPBD Kab. Bondowoso, BPBD Kab. Jember, BASARNAS, TNI/POLRI serta relawan telah menuju lokasi kebakaran guna melakukan evakuasi terhadap pendaki, serta melakukan droping logistik dan membuat sekat bakar.

Berdasarkan informasi dari BNPB, sekitar pukul 10.WIB para pendaki sudah di evakuasi dengan selamat dan tengah menjalani pemeriksaan oleh tim kesehatan di Puskesmas Kalibaru.

Para pendaki yang berhasil diselamatkan.

“Pukul 10.30 WIB, para pendaki sudah tiba di Base Camp Wonorejo, dalam keadaan sehat dan selamat.

Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan kesehatan dari Tim Kesehatan Puskesmas Kalibaru,” kata Kapusdatinmas BNPB, Agus Wibowo, Sabtu (5/10).

Agus menerangkan, ada dua orang yang mengalami luka ringan. Namun saat masih dalam penanganan medis.

“Ada 2 orang surveyor yang terluka ringan, masih bisa melakukan evakuasi dengan jalan sendiri, tidak perlu rujukan untuk penanganan lanjutan,” jelasnya.

Dia menuturkan, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, para pendaki akan dibantu proses pemulangan ke rumah masing-masing dan juga ke negara asal mereka.

“Rencananya, setelah selesai pemeriksaan kesehatan dan istirahat di base camp para pendaki akan melanjutkan perjalanan pulang,” tutupnya. (Yus)