Senin, 20 April 2026

Pengusaha di Batam Keluhkan Lambatnya Mengurus SNI 

Berita Terkait

batampos.co.id – Hambatan investasi memang menjadi musuh utama dunia usaha. Salah satu persoalan yang dikeluhkan pengusaha di Batam yakni pengurusan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dianggap sangat lamban.

“Banyak peraturan tata niaga dari kementerian terkait itu bertolak belakang dengan semangat Free Trade Zone (FTZ). Jadi sekarang FTZ ini jadi abu-abu,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya, Kamis (3/10/2019) di Hotel Harmoni One Batamcentre.

Ia menyoroti persoalan pengurusan label SNI yang dibuat di Jakarta. Karena waktu pengurusannya terlalu lama lebih dari satu bulan sehingga menghambat ekspor produk ke luar Batam.

Persoalan ini lebih lanjut dijelaskan oleh Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid.

Ia mengatakan untuk barang-barang yang akan diimpor atau diekspor itu harus menyertakan sertifikat SNI.

“Ada persyaratan yang tidak ringan dan butuh waktu ketika mengurus SNI. Sementara di situasi saat ini, butuh waktu cepat untuk dikirimkan,” kata Rafki, Jumat (4/10/2019) di Batamcentre.

Ilustrasi

Makanya Apindo menyarankan agar Badan Pengusahaan (BP) Batam mengusulkan pengurusan SNI itu dipermudah dan kalau bisa semuanya diselesaikan di Batam saja,” ujarnya.

Dalam konsep FTZ, sebenarnya kewajiban SNI tidak sesuai dengan semangat dan perdagangan bebas di Batam.

“Seharusnya tidak berlaku karena menjadi hambatan untuk mewujudkan perdagangan bebas itu sendiri. Makanya itu pengurusannya harus dipermudah,” katanya lagi.

Lebih lanjut lagi, jika pengurusan sertifikat SNI bisa dilakukan di Batam, maka SNI tersebut hanya untuk barang yang beredar di Batam saja.

“Di satu sisi konsumen terlindungi dan pengusaha yang mau berusaha tidak terhambat dengan adanya kewajiban SNI tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Rudi mengatakan bahwa semua persoalan mengenai hambatan investasi akan segera diselesaikan.

“Transparansi dalam perizinan akan diwujudkan. Regulasi yang menghambat akan diselesaikan,” jelasnya.

“Jadi saya mohon akan didukung akan usaha di Batam tidak terhambat lagi,” kata Rudi lagi.(leo)

Update