batampos.co.id – Masalah minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dikeluhkan perusahaan yang akan merekrut pekerja baru.
Keadaan ini memaksa pihak perusahaan merekrut pekerja dari luar Batam, salah satunya yang kini dilakukan McDermott.
“Terpaksa kami cari orang di Jawa maupun Sumatera untuk posisi welder dan fitter,” kata perwakilan PT McDermott Indonesia, Batam Syahrial saat diskusi pimpinan BP Batam dengan pelaku usaha, Kamis (4/10/2019).
Menurut dia, pihaknya akan mencari ribuan pekerja. Untuk itu, pihaknya sejatinya tidak ingin calon pekerja yang di Batam menjadi penonton karean terkendala kemampuan yang kurang.
“Sementara satu sisi kami butuh tenaga yang skill dan untuk melatih sendiri butuh waktu,” katanya.
Solusi terkait ini, lanjut dia, hendaknya pemerintah menyegerakan realisasi Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan menjadi pusat pelatihan bagi calon pekerja dan pekerja sehingga lebih handal.

Foto: Yulitavia /batampos.co.id
“BLK kami pikir menjadi salah satu tulang punggung. Agar kita semakin bisa bersaing dengan Singapura bahkan asia pasifik,” imbuh dia.
Secara khusus, kepada Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang juga sudah dipercaya sebagai Kepala BP Batam dapat menyelesaikan persoalan ini.
“Pak Rudi dulu pernah bilang kendalanya ketersediaan lahan, kami berpendapat dengan sekarang jabatan sudah dua persoalan dulu ini akan selesai,” harap dia.
Merespon hal ini, Rudi mengatakan di lingkungan Pemko Batam sudah menawarkan lahan di Nongsa atas rencana pemerintah pusat membangun BLK di daerah Nongsa, lahan tersebut Pemko Batam dapat dari alokasi yang diberikan BP Batam.
“Tapi waktu itu pusat sepertinya tak mau, karean yang dibangun adalah BLK kemaritiman jadi harus dekat laut,” imbuhnya.
Hal ini kemudian, membuat pihaknya mencari lahan lain dan akhirnya ditetapkan di di kampung tua (Tanjung Ungap), Sagulung dengan luasan sekitar 5 hektar.
“Mudah-mudahan karena saya sudah jadi kepala BP Batam, kita akan buka dan kalau boleh PL akan kami keluarkan dan serahkan ke Kementerian Naker,” imbuhnya.
Rudi mengaku kehadiran BLK cukup penting, apalagi pemerintah pusat menyipakan dana puluhan miliar untuk membangun BLK kemaritiman ini.
“Kalau terbangun uang hasil retribusi IMTA di Pemko Batam, bisa langsung digunakan kegiatan di sana,” jelasnya.
“Tapi harus saya katakan kita mendidik yang misal semingu selesai dulu, karena uang tak cukup,” imbuhnya lagi.(iza)
