batampos.co.id – Kios liar di Batam masih banyak berdiri di Batam. Beberapa di antaranya sudah memicu kemacetan karena berdiri di dekat lampu merah. Yang pernah diagendakan untuk dibongkar adalah kios liar yang ada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasar Aviari seken Batuaji dan juga kios liar di Simpang Basecamp, Batuaji. Kedua titik kios ini berada di dekat jalan raya yang ramai dilalaui kendaraan.

”Kios liar Aviari seken ini mau dibongkar tapi tidak ada juga. Di sana sering mangkal mobil angkot, jadi sering macet,” kata Nimrot, warga Batuaji.

Di kios liar di RTH dekat pasar seken Aviari sudah banyak yang terisi meski masih ada beberapa yang masih kosong. Sebagian besar ditempati penjual pakaian dan makanan. Sedangkan di kios liar Simpang Basecamp sebagian besar masih kosong. Ada yang dijadikan bengkel dan juga menjual makanan.

Kios liar di simpang Barelang juga tak kunjung ditertibkan. Padahal kios tersebut membuat jalan semakin macet. Jalan trans Barelang tersebut sering dilewati bus atau kendaraan pariwisata.

ilustrasi foto: batampos.co.id / dalil harahap

”Jalan sempit di sini ditambah kalau ada parkir kendaraan di depan kios pasti akan sa-ngat macet,” kata seoarang warga.

Sebelumnya, Camat Batuaji Ridwan mengatakan bahwa kios liar di sana akan segera dibongkar. Bahkan ia sudah menyurati Satpol PP untuk melakukan pembongkaran.

”Kita sudah layangkan surat. Yang jelas memang bahwa di sana tidak boleh ada kios. Itu ruang terbuka hijau,” katanya.

Demikian halnya yang di-sampaikan Kabid Trantibum Satpol PP Kota Batam Imam Tohari, bahwa di kedua titik tersebut memang tidak boleh ada kios liar. Apalagi saat ini sedang dibangun jalan jalur dua Batuaji-Sekupang, maka kios liar di Basecamp harus dibongkar.

”Kalau memang dibangun di RTH ya tidak bisa. Dan memang kalau sudah seperti itu harus dibongkar,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Batam Werton menga-takan bahwa penindakan terhadap kios liar ini tidak boleh tebang pilih. Dimana memang kios liar juga berdampak terhadap penyewaan ruko kosong yang dibangun oleh pengembang dengan membayar pajak ke pemerintah.

”Kios liar itu tidak ada pajak-nya ke pemerintah. Tetapi terkadang mau disewakan sampai satu juta sebulan. Ini tidak fair bagi pemilik ruko yang punya legalitas lengkap dan jelas,” katanya. (ian)