batampos.co.id – Kota Batam berencana akan membangun jalan tol di ruas-ruas jalan yang sudah ada. Namun hal itu justru menuai kritikan dari masyarakat.

Pengamat Transportasi dan Kebijakan Publik dari Universitas Batam (Uniba), Dr Bambang Satriawan, berpendapat, Batam saat ini hingga beberapa tahun mendatang belum membutuhkan jalan tol sebagaimana yang menjadi agenda pemerintah.

Menurutnya, pembangunan jalan tol merupakan jalan eksklusif yang tidak diperuntukkan bagi semua pengendara.

“Pertumbuhan kendaraan roda dua masih signifikan dibanding roda empat dan lainnya,” katanya, Senin (7/10/2019).

Artinya kata Bambang, jalan tol juga tidak akan beroperasi maksimal di Batam. Jika pembangunan jalan tol tersebut bermaksud mengurai kemacetan, akan lebih baik dilakukan pengoptimalisasi moda transportasi massal yang nyaman.

Baik itu berupa mass rapid transit (MRT), LRT dan sebagainya.

“Batam butuh pembenahan moda transportasi massal yang nyaman itu,” tegasnya.

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Batam Kota, Minggu (6/10/2019). Rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pelabuhan Batuampar ke Bandara Hang Nadim akan melewati jalan tersebut. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Terlebih, sambung Bambang, jalan tol yang dikembangkan itu akan memakai jalan protokol yang sudah ada.

Hal itu lanjutnya, akan menimbulkan polemik di tengah masyarakat yang enggan untuk membayar tol tersebut.

“Logikanya, fasilitas umum yang berbayar, rentan menimbulkan masalah,” ucapnya.

Pemilihan untuk lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi di Batam, disinyalir karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap transportasi massal yang ada.

Masih ada angkutan umum yang tidak layak jalan namun tetap beroperasi. Belum lagi aksi ugal-ugalan yang cukup mengganggu kenyamanan penumpang.

“Dengan perbaikan moda transportasi massal dan penambahan angkutan yang lebih modern seperti LRT maupun MRT, dijamin akan lebih efektif untuk membudayakan masyarakat agar nyaman menggunakan transportasi umum,” jelasnya.

Secara tidak langsung, kata dia, hal itu akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi hingga mengurangi kemacetan.

Ketua Program Studi S3 Manajemen SDM Uniba itu menyarankan, agar pemerintah Batam tetap fokus dalam pengembangan infrastruktur dalam pelebaran jalan protokol dan perbaikan transportasi umum.

“Keduanya ini sangat menunjang pariwisata,” ujarnya.(iza,nji,ian,leo,cr1)