batampos.co.id – Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOl) Raja Haji, Tanjungpinang, Endri Sanopaka, memperkirakan hanya akan ada dua pasangan calon gubernur/wakil gubernur yang akan bertarung atau head to head di pilgub Kepri. Perkiraan itu didasarkan pada konstelasi politik yang berkembang sekarang ini, dimana tidak ada partai politik yang tunggal untuk mengusung calon. Semua harus berkoalisi.
“Jika benar, komunikasi politik PDI P dengan empat parpol terwujud, maka sudah pasti koalisi besar (PDI P, Golkar, PKB, Demokrat, PKS, dan Hanura) atau 33 kursi. Artinya, yang tersisanya hanya cukup membentuk satu koalisi lagi,” ujar Endri Sanopaka, kemarin.
Kata Endri, PDI Perjuangan tidak bisa gegabah dalam membuat keputusan politik.
Meskipun Soerya Respationo sangat berpeluang, situasi politik akan berubah apabila Isdianto menjadi gubernur Kepri definitif. Mengenai nama Rudi yang disebut-sebut maju ke pilkada Kepri, Endri menilai Rudi akan mengalami dilema. Karena saat ini ia sedang memegang posisi strategis, selain wali kota Batam juga kepala Badan Pengusahaan Batam.
“Saat ini ada tambahan tugas sebagai kepala BP Batam. Namun, lain hal jika UU Pilkada nanti berubah, bahwa kepala daerah bisa cuti. Besar kemungkinan Rudi akan maju di pilkada Kepri,” jelas Endri.
Ia berharap partai besar yang meraih kursi di DPRD Kepri berani membangun poros alternatif sehingga tidak terjadi head to head. Ditambah-kannya, jika ada tiga pasangan calon, sebenarnya peta persaingan cukup ideal. Bahkan bisa mengurangi gesekan-gesekan politik di lapangan, seperti yang terjadi pada Pilkada Kepri 2015 lalu.
“Jika dua pasangan calon, kandidat lainnya bukanlah kandidat boneka yang dipersiapkan,” ujar Endri.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana
Sekretaris Partai Golkar Kepri Agustar mengatakan, Golkar sampai saat ini belum menentukan sikap politik dalam menyongsong Pilkada Kepri 2020. Menurutnya, peta politik Partai Golkar akan tampak setelah Rapat Pimpinan (Rapim) dan Musyawarah Nasional (Munas) yang direncanakan pada Desember 2019. Menurutnya, Golkar juga memiliki banyak kader potensial untuk didorong maju di pilkada.
“Sosok tersebut tentunya ada pada diri Ketua DPD Golkar Kepri Ansar Ahmad, saya sendiri, Aunur Rafiq (Ketua DPD Golkar Karimundan bupati Karimun). Di setiap daerah, kita punya kader potensial. Kami masih menunggu petunjuk DPP Golkar. Setelah itu, baru bisa menentukan arah kebijakan partai,” ujar Agustar.
Dari informasi yang berkembang, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sudah memberikan rekomendasi calon wakil gubernur (cawagub) kepada Soerya Respationo. Namun demikian, Sekretaris Partai Gerindra Kepri Onward Siahaan menegaskan bahwa Gerindra belum memutuskan kandidat yang akan diusung. Pihaknya akan bertandang ke DPP Gerindra pada pekan depan meminta petunjuk.
“Pekan depan kami minta petunjuk DPP sehingga bisa menentukan sikap politik pada Pilkada Kepri 2020 mendatang. Gerindra juga punya sederet nama potensial, salah satunya adalah Ketua DPD Partai Gerindra Kepri Syahrul, yang juga wali kota Tanjungpinang,” ujar Onward. (jpg)
