batampos.co.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meninjau langsung pembangunan pasca bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Palu.

Dia ingin pembangunan terus dipercepat. Kemudian dana stimulan untuk korban bencana sebesar Rp 2 triliun dicairkan pekan depan.

Pada kesempatan kunjungannya ke Palu, Wapres JK menyempatkan melihat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana.

Tepatnya pembangunan huntab di Kelurahan Dayu dan Kelurahan Tondo-Talise di Kota Palu.

Huntap ini dibangun untuk korban bencana yang tanahnya ambles atau terkena likuifaksi.
Pembangunan huntap di Kelurahan Tondo-Talise diantaranya dibangun oleh Yayasan Budha Tzu Chi.

Rumah huntap yang sudah siap dihuni berjumlah 30 unit. Yaya-san Budha Tzu Chi menyampaikan keluhan kekurangan lahan untuk membangun huntap sebanyak 370 unit.

Wapres JK menjelaskan kucuran dana stimulan. Dana tersebut diberikan kepada korban bencana yang rumahnya rusak tetapi tidak perlu dilerokasi.

Sebab lokasi rumahnya masih aman untuk dibangun ulang.

Wapres Jusuf Kalla (JK) mengunjungi lokasi pembangunan hunian tetap untuk korban gempa di Palu, kemarin. JK ingin pembangunan terus dipercepat. Foto: Dokumentasi Jawa Pos

’’Minggu depan diserahkan dananya. Kurang lebih Rp 2 triliun,’’ kata politisi senior Partai Golkar itu, Senin (7/10/2019).

Dia menjelaskan pendistribusian dana stimulan itu dikoordinir oleh masing-masing bupati atau wali kota. Proses pencairannya tentu membutuhkan waktu.

Namun Wapres JK mengatakan mulai minggu depan proses pembayarannya dimulai.
Selain itu, Wapres JK mengapresiasi pembangunan huntap untuk korban yang harus direlokasi.

Sebab pembangunannya terlihat semakin maju. Terkait ketersediaan tanah untuk pembangunan huntap, akan ditambah dengan tanah berstatus hak guna usaha (HGU) yang sudah habis masa kontraknya.

Menurut JK tanah tersebut bisa diambil kembali oleh negara untuk diberikan kepada rakyat.

’’Kemudian pembangunan sarana jembatan dan lain-lain harus selesai tahun depan. Tahun 2020,’’ katanya.

Termasuk juga pembangunan sarana rumah sakit yang rusak akibat bencana yang terjadi tahun lalu, harus dikebut dalam tempo setahun.

JK juga meminta kepada para korban yang masih mengungsi, untuk kembali masuk ke hunian sementara (huntara).

Menurut informasi pemda setempat, saat ini ada 500 unit bilik huntara yang kosong.
Dalam kunjungan kali ini, juga dilakukan proses penanaman pohon Pule.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menuturkan saat tsunami menerjang, banyak warga yang selamat dengan adanya pohon Pule.(wan/jpg)