batampos.co.id – Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri menangkap empat orang yang terlibat aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor. Empat orang tersebut yakni U, R, K dan A.
Keempat orang ini memiliki peranan berbeda-beda. U dan K merupakan pencuri kendaraan bermotor.
Sedangkan A dan R merupakan penadah barang curian. Namun, R selain penadah, juga seorang begal.
Dari pengakuan R, membegal jadi rutinitasnya hampir setiap hari. Bahkan, dia membegal satu hingga dua kali sehari.
”Sasaran saya orang-orang yang bermain ponsel di jalan,” katanya, Selasa (8/10/2019).
Ia mengatakan, korbannya rata-rata adalah perempuan dan anak-anak sekolah. Ia merampas harta benda korbannya tersebut saat lengah.
”Begitu dapat, langsung dijual. Hanya untuk makan saja,” kilahnya.

Korban R cukup banyak. Dari penelusuran polisi, Rahmat beraksi di Seraya, sekitar BCS Lubukbaja, Windsor dan Pelita.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum AKBP, Ari Dharmanto, membenarkan bahwa incaran begal tersebut adalah perempuan dan anak sekolah.
Baca Juga: Duo Begal Ditangkap
Terkadang, R juga mengambil barang milik orang lain disertai dengan kekerasan. Hal ini dibuktikan dengan barang bukti yang diamankan polisi, yakni pisau sepanjang 60 sentimeter (cm).
”Barang yang didapatnya dijual ke orang lain. Dan A inilah yang membeli, Rp 1 jutaan,” jelasnya.
“Padahal ponsel itu kalau dijual secara normal dalam kondisi seken, harganya masih di atas Rp 2 jutaan,” kata Ari lagi.
Sementara kasus yang membelit R dengan U dan K berbeda, tapi memiliki keterkaitan.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Erlangga, mengatakan, saat beraksi, R menggunakan sepeda motor curian yang dibeli seharga Rp 350 ribu dari U.
Kemudian, polisi mengembangkan temuan ini. Akhirnya berhasil menangkap U dan K. Dari pengakuan keduanya, mereka telah beraksi beberapa kali di tempat yang berbeda-beda.
”Kebanyakan di kawasan Baloi,” ungkap Erlangga.
Erlangga mengatakan, kasus ini dalam pengembangan jajaran Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri.
”Masih dikembangkan, ada berapa korban dari para tersangka ini,” katanya.
Kepada masyarakat, Erlangga berharap segera melaporkan apabila melihat atau menjadi korban tindak kejahatan.
”Laporkan ke kantor polisi terdekat,” imbauanya.(ska)
