batampos.co.id – Hujan yang mengguyur wilayah Batam Center, Rabu (9/10/2019), semakin memperparah kondisi jalan menuju Mega Wisata Ocarina, Batam Center dan Restoran Seafood Golden Prawn Bengkong.

Akses menuju lokasi wisata dan pemukiman warga di tengah pusat kota tersebut, dinilai kian buruk.

“Jalannya masih bebatuan dan banyak yang berlubang. Apalagi saat hujan seperti ini, makin parah,” ujar Ketua RW 21, Kelurahan Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong, Rudianto.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup membahayakan pengendara karena badan jalan berlubang dan ditutupi air berwarna kecoklatan.

“Jadi jalan berlubang itu ngak keliatan, belum lagi percikan becek dengan air yang bercampur tanah, menambah bahaya pengendara roda dua,” jelasnya.

Kata dia, beberapa waktu lalu ada pengendara sepeda motor yang terjatuh karena jalanan licin.

Rudi sangat menyayangkan akses jalan menuju ke tempat tinggal mereka belum memadai.

“Seharusnya ini menjadi perhatian utama pemerintah untuk lebih dulu membenahi jalan yang bakal banyak dilalui warga dan wisatawan,” paparnya.

Lebih lanjut Rudi mengatakan, genangan air ada di beberapa titik jalan. Sehingga ketika melintas, pengendara roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati.

Ruas jalan menuju Mega Wisata Ocaria dan Bengkong rusak parah. Para pengendara ekstra hati-hati melintasi ruas jalan tersebut. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id

“Kalau cuaca lagi panas, berdebu sekali. Kendaraan yang lewat membuat debu-debu dari pasir kerikil itu naik,” ujarnya.

Kata dia, kondisi jalan yang buruk mempengaruhi jumlah pengunjung ke Mega Wisata Ocarina maupun Restoran Seafood Golden Prawn Bengkong.

“Padahal Ocarina dan Golden Prawn merupakan area wisata yang bagus,” jelasnya.

Selain itu lanjutnya, penerangan di ruas jalan tersebut juga sangat minim dan membuat para pengendara was-was.

“Ruas jalan ini juga jadi rawan tindakan kriminal,” lanjutnya.

Kendaraan roda empat juga kesulitan melintasi ruas jalan yang menghubungkan kawasan wisata Ocarina dan Bengkong tersebut. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id

Ia mengharapkan, pemerintah secepatnya melakukan perbaikan di ruas jalan tersebut.

“Kami sudah beberapa kali meminta pemasangan lampu penerangan di sekitar jalan yang benar-benar gelap,” ujarnya.

Rudi menyebut, kerusakan jalan di Pasir Putih menuju Perumahan Ocarina sudah lama terjadi.

Bahkan masalah tersebut sudah dibawa warga ke Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan.

“Sudah diajukan, tapi nggak ada realisasinya sampai sekarang,” katanya.

Ia menjelaskan, sejak akses jalan ke Bengkong Sadai dibuka, mobilitas kendaraan di ruas jalan tersebut padat.

“Di situ ada Sekolah Mondial, kurang lebih 5 ribuan pelajarnya,” jelasnya.

Selain itu, ruas jalan tersebut juga menjadi akses lalu lintas bus Pariwisata dari Ocarina ke Bengkong.

Warga kata dia, tidak ingin berpolemik terkait wewenang perbaikan jalan tersebut.

“Kami bayar pajak. Kami minta pemerintah segera perbaiki jalan menuju perumahan kami,” harapnya.

Sebab, lanjutnya, wilayah Pasir Putih akan menjadi kota moderen, sudah seharusnya jalan diprioritaskan karena sering dilalui.

“Tak tutup kemungkinan pejabat mau ke Bengkong lewat Ocarina karena jalurnya lebih dekat,” tutupnya.(iwa)